Tampilkan postingan dengan label mahabbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahabbah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 November 2014

Sabar di penghujung tahun

12 kali jaga dalam waktu 5 minggu. Berat rasanya di hari hari akhir seperti ini. Mungkin inilah cobaannya. Menyelesaikan satu demi satu yang harus diselesaikan.

Bila orang lain sudah selesai dan menuju ke urusan selanjutnya. Rasanya tidak patut untuk memaksakan diri mengejar ketertinggalan kesiapan.

Akan ada masa yang tepat, orang yang tepat, kesiapan yang tepat. Bila itu memakan waktu ribuan tahun, sabar yang panjang adalah harganya..

Undangan yang banyak di akhir tahun ini.. barokallah sahabat2ku.. menjadilah keluarga sakinah mawadah warohamah...

Rabu, 22 Oktober 2014

Menyesal..

Aku fikir engkau bintang yang bersinar sangat terang
Namun terangnya tertutup awan
Namun kadang bersinar lebih terang terang

Kuizinkan sinarnya masuk ke celah jendela
Aku tutup jendelanya

Aku menyesal
Aku buka lagi jendelanya
Terlalu gelap

Dan tak kutemukan lagi cahaya bintang yang terang itu
Awan mana yang menutupinya
Aku mencari
Maukah kau tampak lagi, aku tak tau dimana kau bersembunyi
Dan jendelanya tak kan pernah kututup lagi

Madang, 22 Oktober,
Penyair yang tak bisa berungkap dengan kata kata jelas. Semoga huruf acak dapat mewakilkan makna..

Senin, 28 Juli 2014

Menikmati Setiap Detiknya

Kau tidak dapat membayangkan betapa bahagia perasaan ku dalam minggu-minggu ini. Kami akhirnya dapat berkumpul bersama karena hitungan hari telah memisahkan kami. Kau tahu, aku sangat faham bahwa hari hari ini akan berakhir hingga ku nikmati lamat-lamat suasananya.
 
Kurasakan dalam-dalam kelezatan masakan ibu dan kupandangi ia lebih lama dalam tidurnya. Kudengarkan seluruh celotehan adikku walau kadang aku tak mengerti jalan fikirannya. Kukerjakan apapun yang kalian inginkan. Bahkan tidak kutinggalkan sejengkalpun rumah ini karena aku ingin menikmatinya.
 
Di sini aku kembali bernostalgia dengan hari-hari ku dahulu yang mana kilatan bayangannya beberapa telah lenyap. Malam-malam yang kuhabiskan dengan buku-buku yang terbuka, malam-malam yang kuhabiskan dalam kesendirian. Di meja ini, di kamar ini dimana segala mimpi bermulai. Di meja, meja yang hanya kusentuh seminggu saja dalam setiap tahunnya.
 
Kau tahu bahwa aku menahan diriku untuk bertanya, apa misteri dari merantau, apa hikmah dari pergi jauh dari tanah kelahiran?
 
Entahlah, tapi aku, beberapa hari ini akan menikmati setiap detiknya bersama mereka di sini, di tanah kelahiranku. Dan malam ini, aku menikmati setiap detiknya kamar ini bersama guruh deras hujan di luar.
 
Sungailiat, 28 Juli 2014

Pecinta dan Penyair


Kadang aku sangat bahagia, menikmati puisi para pecinta dan penyair. Merasakan rasa yang sama dan kebodohan yang sama. Kadang aku berfikir, mengapa cinta begitu rumit untuk kita sedang orang lain dengan mudah berbahagia dengan pasangannya.
Yah, kalau seandainya cinta itu mudah kita dapatkan, manakah ada puisi-puisi putus asa, syair-syair menyayat sembilu?
Yah, kadang aku sampai pada kesimpulan, mengapa sulit bagi kita untuk mengatakan bahkan hanya untuk sekadar menampakkanya.
Bila akhirnya cinta kita terbang mengudara bebas dari tinta dan kertas yang telah menahannya sebegitu lama. Aku akan sangat bahagia.
Siapa yang duluan dari kita penyair cinta untuk mendapatkannya, Cinta yang telah kita nantikan?
 
Sungaiiat, 28 Juli 2014

Sabtu, 19 Juli 2014

Believe in me

Aku ingin sekali engkau percaya padaku
Tak bisa kutawarkan cinta
Bila semuanya telah habis untuk pencipta kita
Dan bila cinta itu hanya timbul oleh masa yang panjang
Tak bisa juga kutawarkan harta
Karena memang ku tak punya
Jikapun keindahan yang engkau inginkan
Maka keindahan akan memudar oleh waktu
Apakah cukup jika ilmu, mimpi nun jauh ke depan
Dan kesungguhan
Memang mata tak kan pernah bisa melihat
Karena itu percayalah padaku
Setelah sebelumnya kita percaya pada yang di Atas sana

Senin, 31 Maret 2014

Membagi Indera

Ada banyak waktu yang telah ia habiskan sendiri
Jam-jam makan pagi, makan siang dan makan malam
Dimana orang-orang memilih untuk menghabiskan waktu bersama-sama dengan orang lain entah suka atau terpaksa. Terpaksa karena mereka mungkin takut akan dicap sebagai orang kesepian hingga mereka menerima siapa saja yang menemani mereka.
Dan ia memilih sendirian di tengah keramaian jam makan pagi, makan siang dan makan malam

Dan ia suka waktu-waktu ini, waktu dimana fikirannya akan mengembara tanpa batas dan ide ide menyeruak keluar. Ia suka sensasi itu hingga ia suka waktu sendiri, waktu makan pagi, makan siang dan makan malam.
 
Sebenarnya, ada banyak tempat indah di negerinya dimana ia dapat menghabiskan waktu sendirian,.
Negeri kelahirannya telah menawarkan keindahan yang tak tergantikan walau nanti ia akan melalang buana ke berbagai negeri lainnya.
Langit biru, udara panas dan semilir angin khas tanah Melayu ini adalah suasana yang selalu dirindu dan dinantinya. Ia senang menanggapi riak ombak pantai yang merayu lembut di sela jari kaki atau saling berpandangan dengan matahari tenggelam dan rona oranye kehitaman yang ditawarkan saat itu. Menghirup bau angin pantai dan sensasi kain penutup kepalanya yang melayang-layang.
 
Namun, ia sisakan pengalaman itu dan belum pernah dicobanya sendirian. Bukan ia takut dicap sebagai orang yang sendirian. Ia hanya ingin membagikan tempat dan suasana indera indah ini. Yah, ia ingin membaginya dan tak ingin sendiri menikmatinya. Suatu saat nanti.
 
Palembang, Madang, Maret 2014

Minggu, 03 Maret 2013

Barakallah Ya Khilmu


Dahulu, aku sempat memanggilnya Khilmu. Artinya adalah sahabat dan juga bermakna kasih sayang dan cinta. Dia adalah salah satu sahabat terdekatku.
 
Dia adalah sahabat bertumbuhku dari kelas 4 SD, SMP dan SMA. 14 tahun selalu dalam kelas yang sama. Dan selama itu pula tentu telah banyak yang terjadi dan setiap detilnya berusaha selalu diingat.  Kita telah banyak berbagi cerita, kenangan indah, kenangan buruk dan semuanya. Terlalu indah dan terlalu cepat. Sampai aku tersadar sekarang. Ini terlalu cepat.
 
Dia beharga untukku bukan karena lebih baik , lebih ini atau lebih apapun. Karena persahabatan itu kelak bukan tentang itu. Semuanya adalah tentang penerimaan. Saling menerima. Semuanya.
Persahabatan itu adalah tentang kesiapan untuk menerima perubahan. People changed seperti itulah kawan sebelah kamarku selalu bilang.
Sedang aku, lebih suka menyebutnya sahabat bertumbuh. Bertumbuh dari segi apa saja. Apalagi sahabat sedari kecil.
 
Melihat perubahan tinggi, perubahan badan, perubahan materi, perubahan keadaan, pasang surut perubahan sikap, perubahan ilmu sampai yang paling dalam adalah perubahan kedewasaan. Dengan semua perubahan itu besar dan kecil harus memakai cara yang sama yakni tetap menerima.
 
Walau kadang yah,, ada berbagai hal di otak kita yang bertentangan dan tak sama. Value yang saya pegang. Ungkapkan kalau tak mendengar yah sudah diam saja. Karena sudah terlanjur sayang (ini tidak benar, jangan ditiru).

Kembali ke topik ini. Sahabat bertumbuh ku ini sudah melepas masa lajangnya. Ada perasaan kehilangan di dalam hati namun sungguh aku sangat bahagia. Ternyata engkau telah menemukan separuh hatimu dan akan menggenapkan separuh agamamu.

Kau begitu cantik dengan balutan jilbab putih itu. Sayang tak bisa datang ke sana.

Akhir kata, yang belum aku sampaikan
Barakallah untuk Adek Rahayu dan Idu Papinda Jaya.
Barakallahi Laka Wa Baraka'Alaika Wa Jama'A Bainakuma Fikhair
Dan doa-doa lain dalam kesendirian nantinya.


 

Senin, 14 Januari 2013

Berita Gembira


Awal tahun ini dikejutkan dengan beberapa berita gembira. Satu persatu teman, adik kelas, mba-mba melepas masa lajangnya. Kagum dengan keberanian dan kesiapan mereka.

Saya tidak akan bertanya dimana jodohku atau kapan aku diberikan jodoh. Nyatanya saja aku belum siap dan aku belum menyiapkan diri, lalu bagaimana jodoh itu akan datang sedang diri ini belum dalam keadaan ikhtiar dan keinginan yang kuat.

Bila saatnya akan tiba aku berharap Engkau pertemukan kami dalam keadaan yang barokah dan dalam keadaan diri kami yang terbaik nantinya.

Selasa, 01 Januari 2013

Keindahan


Keindahan termaknakan karena rangsangan yang diolah untuk diterjemahkan
Keindahan hadir lewat bayangan dan warna-warna
Dan keindahan muncul lewat lantunan irama

Apakah ini hakikat dari keindahan, bagi manusia
Yang hanya diberikan 2 hal untuk mencerna  yakni mata dan telinga
Lalu bagaimana untuk keindahan yang abadi

Yang tak bisa dibayangkan
Yang belum pernah ditampakan
Yang dikejar oleh manusia-manusia berstatus tinggi

Keindahan yang selalu terlihat sekarang
Yang hanya terbatas pada selapis kulit saja
Yang bila dilepas, semua sama saja, tinggal otot  dan tulang
Apakah itu keindahan hakiki

Mungkin, keindahan abadi itu yang tak selalu terlihat
Yang tidak ditampakkan
Tersembunyi didalam hati,
Yang akan dimiliki manusia-manusia berstatus tinggi

Tak Mampu Membendung


Aku hanya menghitung
Sudah sampaikah seribu,
Syair yang terserak
Yang kubuat di sela sela waktu
Dalam hari hari menunggu

Jika raut ini tak menunjukkan hasrat
Memang bagitu adanya
Dan seperti itu seharusnya
Tapi jemari ini
Tak akan sanggup membendungnya
Dan syair syair lepas ini
Kan mewakilinya
Tuk
Menterjemahkan setiap berat rasa
Dan menerbangkangnya
Bersama angin
Hingga ringan
Walau nanti kan kemabli menjadi berat


Menyerah>Give Up


Aku sudah bosan, sungguh bosan, dengan ribuan puisi yang tak pernah selesai.  Di setiap penghentiannya aku selalu tercekat di setiap detik yang sama, dimana aku tidak bisa menuliskan namamu atau sungguh karena bahkan jemari ini pun tak mau mengakuinya.
Aku tidak akan takut karena apa, karena setan hanya mampu membisiki tapi setan tidak dapat menerka isi hati. Tapi kadang aku bergindik ngeri, kalau kalau syaitan pandai memabaca syair. Karena itu kusembunyikan namamu di ujung ujung tinta yang tertahan. Biar saja hanya hati dan Tuhan yang tahu tentang diri yang memendam rindu.
Sudah delapan purnama atau lebih kutanggung berat rasa yang menyesakkan ini. Tapi kini kuberanikan diri untuk tidak lagi bersembunyi. Bukankah mencinta itu adalah pertautan dua ruh yang seirama dan senada. Dan bagaimana harmoninya akan bermain indah jika kepak sayap hanya satu. Yah, patahkan juga satunya, hingga hening sama sekali, hancur sudah.
Aku tidak akan mengharap bulu bulu baru untuk sayap-sayap yang patah itu. Aku masih punya kaki untuk menyusuri jalan panjang ini. Aku tidak akan berhenti dalam pencarian mencari ruh yang seirama yang dapat merasakan getaran di jiwa tanpa perlu mendengar dan tanpa perlu kata-kata.

Minggu, 30 Desember 2012

My Heart


Mungkin kau tak akan pernah membaca ini. Mungkin kau pun tidak akan tahu apa yang aku rasakan. Kita terbiasa untuk tidak pernah mengungkapkan perasaan lewat kata-kata, tapi dalam setiap tindak-tanduk kita, terselip cinta.

Bila seluruh bumi ini tidak menganggap diriku, tidak juga menganggap diriku penting, tidak menyadari kehadiranku, tidak menoleh kearahku, tapi aku akan tetap hidup. Aku akan tetap punya nyali, punya ruh karena mu. Aku bahkan takut ini adalah syirik, syirik kecil.

Bila rasanya enggan sekali, setiap teringat kepadamu, aku langsung saja tegak berdiri. Bila rasanya nyawa sudah lepas dari badan satu-satu karena letihnya, aku tangkap lagi nyawa-nyawa yang hilang itu, menelannya dan kembali bernafas.

Kau menjaga aku bahkan sebelum aku dilahirkan di dunia ini. Kau menjaga setiap makananku bahkan dari sebutir pasir. Kau menjaga badanku agar jangan sampai ada yang terluka atau lecet. Kau menjagaku agar jangan ada yang menyakitiku. Kau menjagaku agar jangan sampai hancur masa depanku. Kau dengan segala larangmu yang dulu membuat aku merasa bosan.

Kau yang selalu melecut semangatku di saat aku berfikir apa gunanya belajar. Kau yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, ketekunan, disiplin.

Kau tidak pernah kehabisan tenaga. Semuanya dari pai hingga malam. Pekerjaan rumah semua dikerjakan dan pekerjaan kantor pun semua dikerjakan. Sempurna. Apa ada lagi duplikat bagi dirimu.

Kau bukan orang yang terkenal bahkan mungkin hanya keluarga kecil kita dan Allah yang tahu keberadaanmu tapi bagiku kau telah mencontohkan segalanya untukku. Aku ingin menjadi seperti mu bahkan lebih.

Bagimu hanya keluarga kecil kita, tidak ada yang lain, kau bahkan tidak pernah berharap dan mempunyai ambisi apapun untuk diirimu . Menjalani hidup seadanya dan semuanya hanya untuk kami. Aku merasa hidupmu untuk kami.  Bagaimana mungkin aku bisa membalas semuanya? Karena itu aku selalu merasa hidup dan berusaha lebih dan lebih lagi.

Bila dunia ini tak menoleh ke arah kita, kita masih tetap hidup karena cinta ini akan terus tumbuh. Sampaikan salam rinduku untuknya. Getarkanlah hatinya di sana untuk teringat kepadaku. Biarkan doa -doa kami berpilinmenuju langit. Biarkan kami menjadi bidadari surga dan bertemu dalam keabadian.

Selamat hari lahir yang ke -49.
22 Desember 2012


Bukankah jodoh itu telah ditentukan?


Saya tidak punya buku apapun untuk menjadi sumber ketika mengatakah hal ini. Saya hanya mendengar ribuan kali orang berkata "masalah jodoh, rezeki dan kematian itu sudah jauh-jauh hari ditetapkan di Lauh Mahfuz." Saya kemudian berfikir dengan rasional saya sendiri sehingga saya meyakininya.

Walaupun ada yang bilang, "jodoh itu akan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan kita." Kemudian ada pula yang bilang kala jodoh itu bisa diubah. Saya angkat tangan. Saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu. Akhirnya saya tidak mencari informasi dari buku apapun atau dari sumber apapun. Saya hanya ingin percaya saja. Percaya saja.

Beginilah rasional saya berfikir. Apakah di dunia ini ada yang kebetulan. Kebetulan sekali saya anak dari ayah dan ibu saya. Kebetulan sekali saya punya adik dan kakak dimana saya menghabiskan sebagian waktu bersama mereka. Hal itu bukanlah suatu kebetulan belaka. Semuanya telah ditakdirkan. Takdir kita terkait dengan takdir mereka sehingga seluruh takdir orang-orang akan saling terkait. Kalau seandainya ibu dan ayah kita tidak menikah, maka kita tidak akan dilahirkan di dunia ini dan tidak terjadi juga takdir orang-orang di sekitar kita yang terkait dengan kita. Seperti sebuah kata yang selalu terngiang di telinga. Satu riak di air akan meriakkan  air lainnya sehingga membuat gelombang-gelombang riak yang indah di dalam air.

Lalu dimana letak usahanya dan bagaimana kita harus berusaha kalau seandainya semuanya telah ditentukan. Ini adalah ilmu tinggi yang mmbingungkan tentang Qada dan Qadar. Tapi kita akan mengerti kalau nanti sudah menjalaninya

Orang itu sudah ditentukan  itu sudah ada tinggal bagaimana kita mampu untuk menerima dan menjalani takdir-takdir yang indah bersama dan bagaimana kita berjalan ke arahnya.



Minggu, 30 September 2012

A book for gift

    Makanan yang manis adalah hadiah yang paling menyenangkan. Suka sekali orang yang memberikan makanan manis. Namun, makanan manis itu akan cepat hilang kenikmatannya setelah habis. Hadiah yang paling indah itu adalah sebuah ilmu. Apalagi ilmu itu diamalkan dan diajarkan. Entah ilmu itu lewat buku atau yang lainnya.

        Sebuah hadiah apalagi sebuah buku bermakna banyak untukku. Hal itu dapat berarti ikatan, cinta dan kerelaan. Jazakillah khair sahabat (sebuah kata yang aku fikir cukup untuk mewakilinya). Terimakasih juga karena percaya bahwa aku akan membaca dan terlebih percaya bahwa aku dapat mengamalkannya. 

Minggu, 16 September 2012

Better Half

Dia adalah Prof Tan Malaka yang juga punya gelar doctor di bidang Public Health. Beliau mengajar ilmu kesehatan masyarakat kepada kami pada blok 20 yakni blok Statitik dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yang saya tahu selama 2 hari beliau mengajar maka selama 2 hari itu juga saya merasa seperti ikut les Bahasa Inggris lagi. Bagaimana tidak? Seluruh kuliahnya diajarkan dalam bahasa Inggris dan sesekali Profesor ini mengetes “pengucapan” beberapa teman.

Awalnya membosankan akan tetapi jika memdengarkan dengan seksama maka kuliahnya adalah kuliah yang membuka wawasan dan imajinasi. Secara keseluruhan menarik namun di sesi yang terakhir beliau bergurau mengenai istrinya. Kira-kira ini yang dikatakannya “Kalau saya ingin memperkenalkan istri saya, maka saya tidak mengucapkan ‘Ini adalah istri saya, saya akan memperkenalkannya sebagai “My Better Half".

Ampun dah, saya juga langsung meluluh dan langsung bergumam “Kapan yah, ada yang menyebut saya sebagai ‘Better half nya”?

Sabtu, 05 Mei 2012


Lautan biru ini bebas membentang
Tak berbatas sebatas mata memandang
Riak airnya menerbangkan keping-keping debu
Dan juga hatiku

Menatap kosong, keping debu itu menjauh
Dan berharap tak kan kembali lagi
Aku ingin sekedar duduk saja dan tidak berdiri seperti ini
Aku ingin menangis sekencang saja
Hingga pasir, riak air, angin dan biru laut
Beriba dan membiarkan hatiku
hatiku untuk  kembali

Jangan, jangan ambil itu
Karena perjalanan ini tak kan termakna, jikalau hati itu kalian ambil habis
Biar.. biar aku simpan lagi dan aku cuci bersih
Biar.. biar kemarin-kemarin saja aku kotori

Terbangkan saja debunya
Bawa lari saja, hingga aku tidak akan melihatnya
Cukup saja, karena debu-debu
Tak pandai mengerti, Tak pandai menakar
Karena yang benar bukan raut wajah dan ucapan
Yang dapat berdusta begitu mudah
Namun, kedalaman pemaknaan dan kebersihan hati yang  mampu menilai
Seberapa besar

Bawa pergi ia menjauh
Tapi, aku juga berharap kalau kalian bawa kembali padaku
Jika debu bisa menjadi mutiara
Aku akan tetap berdiri di depan riak gelombang tak bertepi
Bersama pasir, angin dan biru laut

Rabu, 25 April 2012

Mencintai yang paling indah itu adalah menjaga
Tapi memang tak banyak yang percaya
Bukan karena kekecutan hati
Untuk tak berani menunjukkan
Tapi ini adalah keberanian yang paling besar
Untuk membiarkan, untuk melepas
Untuk ikhlas
Jika tak menjadi yang siap pertama
Mencintai yang paling indah itu adalah bertahan
Tapi tak banyak yang percaya
Bukan karena tidak punya hati atau jatuh hati
Tapi ini adalah kekuatan yang sangat besar
Untuk terus bertahan,
Untuk terus tersenyum di saat yang lain membicarakan pasangan
Untuk juga tidak tersenyum di saat yang paling memungkinkan
Mencintai yang paling indah itu adalah mencintai Rabb kita
Yang berfirman “Untuk jangan mendekati zina”
Adik-adikku, kakak-kakakku dan saudara saudaraku
Yang ingin bertahan dan terus mengeraskan hati
Mari kita saling mengingatkan dan saling menjaga

“Puisi ini kubuat untuk diriku sendiri”

Kamis, 10 November 2011

Sendiri... menyenangkan..
Bebas,, tidak terikat apapun, bebas kemanapun
tidak sedih.. alhamdulilllah bahagianya..

Kamis, 20 Oktober 2011

Mereka yang Setia

Membaca 2 blog teman.. Mereka memaknai cinta dengan cara yang berbeda, tapi mereka sama, sama setianya walau aku sebenarnya ingin berkata.. Alangkaahhh

Gadis yang satu memendam cinta sedari kecil, hingga 8 atau 10 tahun berlalu, rasa itu tetap tertinggal di hatinya,, sedang pria itu tidak tau sama sekali, sampai sekarang. Aku yang resah melihatnya,, apa susahnya untuk..... Ya sudahlah,, semangat saja. Kalau sedemikian indahnya, aku rasa kau harus lebih berani untuk maju (sisi jahat). Bersabarlah, siapa tau ada yang lebih baik (sisi baik)..

Gadis yang satu lagi, juga sama, mencintai satu orang sejak 1 dekade yang lalu,, dan juga masih setia sampai sekarang. Aku yang hanya bisa melihat secuil proses atau terlibat cerita hanya juga bisa geleng-geleng kepala. Mungkin cinta itu memang indah, karena aku belum pernah merasakan sedemikian hebatnya smpai bertahan begitu lama. Semoga, harapan kalian sama dengan yang akan tertakdir nantinya, hingga barokah pada saatnya

dan aku pun sebenarnya sama, ingin selalu berusaha setia pada satu orang yang belum menampakkan raganya..