Lautan biru ini
bebas membentang
Tak berbatas sebatas
mata memandang
Riak airnya
menerbangkan keping-keping debu
Dan juga hatiku
Menatap kosong,
keping debu itu menjauh
Dan berharap tak kan
kembali lagi
Aku ingin sekedar
duduk saja dan tidak berdiri seperti ini
Aku ingin menangis
sekencang saja
Hingga pasir, riak
air, angin dan biru laut
Beriba dan
membiarkan hatiku
hatiku untuk kembali
Jangan, jangan ambil
itu
Karena perjalanan
ini tak kan termakna, jikalau hati itu kalian ambil habis
Biar.. biar aku simpan
lagi dan aku cuci bersih
Biar.. biar
kemarin-kemarin saja aku kotori
Terbangkan saja
debunya
Bawa lari saja,
hingga aku tidak akan melihatnya
Cukup saja, karena
debu-debu
Tak pandai mengerti,
Tak pandai menakar
Karena yang benar
bukan raut wajah dan ucapan
Yang dapat berdusta
begitu mudah
Namun, kedalaman
pemaknaan dan kebersihan hati yang mampu
menilai
Seberapa besar
Bawa pergi ia
menjauh
Tapi, aku juga
berharap kalau kalian bawa kembali padaku
Jika debu bisa
menjadi mutiara
Aku akan tetap
berdiri di depan riak gelombang tak bertepi
Bersama pasir, angin
dan biru laut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar