Minggu, 30 Desember 2012

Bukankah jodoh itu telah ditentukan?


Saya tidak punya buku apapun untuk menjadi sumber ketika mengatakah hal ini. Saya hanya mendengar ribuan kali orang berkata "masalah jodoh, rezeki dan kematian itu sudah jauh-jauh hari ditetapkan di Lauh Mahfuz." Saya kemudian berfikir dengan rasional saya sendiri sehingga saya meyakininya.

Walaupun ada yang bilang, "jodoh itu akan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan kita." Kemudian ada pula yang bilang kala jodoh itu bisa diubah. Saya angkat tangan. Saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu. Akhirnya saya tidak mencari informasi dari buku apapun atau dari sumber apapun. Saya hanya ingin percaya saja. Percaya saja.

Beginilah rasional saya berfikir. Apakah di dunia ini ada yang kebetulan. Kebetulan sekali saya anak dari ayah dan ibu saya. Kebetulan sekali saya punya adik dan kakak dimana saya menghabiskan sebagian waktu bersama mereka. Hal itu bukanlah suatu kebetulan belaka. Semuanya telah ditakdirkan. Takdir kita terkait dengan takdir mereka sehingga seluruh takdir orang-orang akan saling terkait. Kalau seandainya ibu dan ayah kita tidak menikah, maka kita tidak akan dilahirkan di dunia ini dan tidak terjadi juga takdir orang-orang di sekitar kita yang terkait dengan kita. Seperti sebuah kata yang selalu terngiang di telinga. Satu riak di air akan meriakkan  air lainnya sehingga membuat gelombang-gelombang riak yang indah di dalam air.

Lalu dimana letak usahanya dan bagaimana kita harus berusaha kalau seandainya semuanya telah ditentukan. Ini adalah ilmu tinggi yang mmbingungkan tentang Qada dan Qadar. Tapi kita akan mengerti kalau nanti sudah menjalaninya

Orang itu sudah ditentukan  itu sudah ada tinggal bagaimana kita mampu untuk menerima dan menjalani takdir-takdir yang indah bersama dan bagaimana kita berjalan ke arahnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar