Saya tidak punya
buku apapun untuk menjadi sumber ketika mengatakah hal ini. Saya hanya
mendengar ribuan kali orang berkata "masalah jodoh, rezeki dan kematian
itu sudah jauh-jauh hari ditetapkan di Lauh Mahfuz." Saya kemudian
berfikir dengan rasional saya sendiri sehingga saya meyakininya.
Walaupun ada yang
bilang, "jodoh itu akan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan kita."
Kemudian ada pula yang bilang kala jodoh itu bisa diubah. Saya angkat tangan.
Saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu. Akhirnya saya tidak mencari informasi
dari buku apapun atau dari sumber apapun. Saya hanya ingin percaya saja.
Percaya saja.
Beginilah rasional
saya berfikir. Apakah di dunia ini ada yang kebetulan. Kebetulan sekali saya
anak dari ayah dan ibu saya. Kebetulan sekali saya punya adik dan kakak dimana
saya menghabiskan sebagian waktu bersama mereka. Hal itu bukanlah suatu kebetulan
belaka. Semuanya telah ditakdirkan. Takdir kita terkait dengan takdir mereka
sehingga seluruh takdir orang-orang akan saling terkait. Kalau seandainya ibu
dan ayah kita tidak menikah, maka kita tidak akan dilahirkan di dunia ini dan
tidak terjadi juga takdir orang-orang di sekitar kita yang terkait dengan kita.
Seperti sebuah kata yang selalu terngiang di telinga. Satu riak di air akan
meriakkan air lainnya sehingga membuat
gelombang-gelombang riak yang indah di dalam air.
Lalu dimana letak
usahanya dan bagaimana kita harus berusaha kalau seandainya semuanya telah
ditentukan. Ini adalah ilmu tinggi yang mmbingungkan tentang Qada dan Qadar.
Tapi kita akan mengerti kalau nanti sudah menjalaninya
Orang itu sudah
ditentukan itu sudah ada tinggal
bagaimana kita mampu untuk menerima dan menjalani takdir-takdir yang indah
bersama dan bagaimana kita berjalan ke arahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar