Rabu, 22 Oktober 2014

Menyesal..

Aku fikir engkau bintang yang bersinar sangat terang
Namun terangnya tertutup awan
Namun kadang bersinar lebih terang terang

Kuizinkan sinarnya masuk ke celah jendela
Aku tutup jendelanya

Aku menyesal
Aku buka lagi jendelanya
Terlalu gelap

Dan tak kutemukan lagi cahaya bintang yang terang itu
Awan mana yang menutupinya
Aku mencari
Maukah kau tampak lagi, aku tak tau dimana kau bersembunyi
Dan jendelanya tak kan pernah kututup lagi

Madang, 22 Oktober,
Penyair yang tak bisa berungkap dengan kata kata jelas. Semoga huruf acak dapat mewakilkan makna..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar