Tak terhitung lagi,
hingga hati mati rasa
Mendampingi orang tua
Mengikhlaskan kepergian penyejuk jiwa
Wajah pasrah
Wajah tak rela
Pundak- pundak melemas,
Bersandar di pundakku
Teriak-teriak mengancam
Meraung-raung, melunglai
Sebagian mengangguk, mengerti
Namun, matanya nanar
"Faiz itu dunia saya, Dokter"
Maaf, kami tak bisa lagi mempertahankan
dunia kalian
Kataku tertunduk, sayup, tak terdengar
Sampai harus kuyakinkan lagi
Dengan tarikan nafas berat
Perlahan
Menatap lamat-lamat
Berharap keikhlasan
Namun yang tersisa hanya keputusasaan
Setelah itu,
Otak dan hati ini dimatikan
Tak ada waktu menangisi
Setelah ini,
banyak tugas yang menanti
Jakarta, Mei 2026