Sabtu, 05 September 2026

End of life

Tak terhitung lagi,

hingga hati mati rasa

Mendampingi orang tua

Mengikhlaskan kepergian penyejuk jiwa

Wajah pasrah

Wajah tak rela

Pundak- pundak melemas,

Bersandar di pundakku

Teriak-teriak mengancam

Meraung-raung, melunglai

Sebagian mengangguk, mengerti
Namun, matanya nanar

 

"Faiz itu dunia saya, Dokter"

 

Maaf, kami tak bisa lagi mempertahankan dunia kalian

Kataku tertunduk, sayup, tak terdengar

Sampai harus kuyakinkan lagi

Dengan tarikan nafas berat

Perlahan

Menatap lamat-lamat

Berharap keikhlasan

Namun yang tersisa hanya keputusasaan

Setelah itu,

Otak dan hati ini dimatikan

Tak ada waktu menangisi

Setelah ini, 

banyak tugas yang menanti

 
Jakarta, Mei 2026

Kamis, 27 Agustus 2026

Pintu yang ia buka

Ia
bersembunyi sangat lama, berbelas tahun
Meredupkan
cahaya sendiri
Berharap
tidak ada yang peduli

Namun
sekarang ia tak ingin bersembunyi lagi
Ada badai, akan ia tembus dan berputar bersama badai
Ada lautan, ia akan meminjam tongkat Musa untuk membelahnya
Ada samudra, dia akan membangun kapalnya dan mengembangkan layarnya sendiri
Ada kesakitan, ia akan rasakan kesakitan itu walaupun pedih menyayat kulitnya

Ada yang meminta berhenti, ia akan berkata:
Hanya kematian yang memisahkan ia dan cita-citanya
Sebelumnya pun hanya sedikit orang yang menemaninya
Ia akan menggunakan berlian-berlian yang tersisa, menggunakan jemarinya
menulis dengan cepat, menggunakan saraf-saraf meloncat-loncat berpikir dengan cepat|

Ia kini telah membuka pintunya
Mengizinkan
orang-orang untuk menyapa

Jakarta, Agustus 2026

Minggu, 26 Juli 2026

Dua Gadis Cantik

 



Dua gadis cantik dengan biru langit, kayu coklat dan hijau hutan
Tumbuhlah besar dengan segala kebahagiaannya 
Jadilah bebas, pada jiwa dan pengalamannya
Jadilah terikat, pada kebaikan dalam firman-firmanNya

Bangka, Juli 2026

Rabu, 15 Juli 2026

Surga Pertamaku

Kau mukjizat untukku,

keberuntungan yang tak kuminta

namun kudapatkan

 

Otak ini tak pernah diam—

membaca nada, memilih kata,

mengurai gerak yang tak terlihat.

mengenali niat tersembunyi,

dan karena itu…

tak pernah benar-benar merasa aman.

 

Takut

 

Namun setiap kali bertemu denganmu,

lagi dan lagi,

aku tenang.

 

Seakan tak perlu berjaga.

Seakan boleh tertidur.

Seakan aku telah menemukan surga.

 

Dia mengenali keikhlasan itu.

Cinta dan pengorbanan

 

Seharusnya dia tak pernah melangkah keluar,

dunia terlalu keras

untuk jiwa lurus,

naif.

 

Separuh jiwaku—

 

Jika kita tak pernah berubah,

jika hatimu tak goyah,

tak beralih dari perjanjian berat

yang disaksikan langit,

karena iman

karena amanah

 

Maka kita kan bertemu lagi.

 

Pada surga kedua.

 

Surga pertama

telah ku rasakan di dunia ini—

karena mu.

 

Dan setelah pertarungan panjang ini,

yang mungkin tak kan segera usai,

ku akan kembali padamu.

 

Pada perlindungan sayapmu,

yang membuat jiwaku tenang

tanpa perlu waspada lagi.

Jakarta, Juli 2026


Minggu, 28 Juni 2026

Bahasa cinta

 

Bahasa cinta seorang penguasa adalah kekayaan, keindahan, dan kemegahan.

Seperti Taj Mahal yang dipersembahkan Shah Jahan kepada Mumtaz Mahal.

Seorang laki-laki mengungkapkan cintanya dengan menafkahi istri dan anak-anaknya.

Seorang perempuan menghadiahkan doa dan kesetiaannya kepada keluarga.

Sedangkan seorang penyair mempersembahkan kata-kata.

Bukan kata-kata biasa,

melainkan kata-kata yang telah ia bumbui fikiran

dan ia pinjamkan ruh dari hatinya.

Maka

Hadirlah syair

sebagai hadiah

bagi kekasih hatinya.

Jakarta, Juni 2026

Kepedulian yang diterjemahkan

 
Apakah ada kesalahan yang tidak termaafkan
Bahkan Allah pun maha Pemaaf
Apakah untuk mengubah seseorang harus memaksanya untuk merasa bersalah
Apakah tak cukup penyesalan dan azam untuk memperbaikinya
Adakah perbedaan antara menasehati dan menghakimi
Aku bukan Prabowo atau Jokowi yang korupsi triliyunan
Mengambil pajak rakyat lalu korupsi untu perutnya sendiri
Aku hanya bertanggung jawab untuk 10-an pasien yang tidak ada yang meninggal
Aku hanya tidak ini dan tidak itu, mengapa terlalu keras
Mengapa antara kita harus ada jembatan antara yang berkuasa dan yang tertindas
Mengapa aku melihat kalian melihatku sebagai hama
Tapi percuma
Dari awal cara kita memandang sesuatu berbeda
Dan dari awal cara kalian memandang ku berbeda
Aku hanya ingin cepat selesai dan cepat pergi dari sini
Sebegitu sederhana, jangan dipersulit
Kalian tidak bisa melihat niat di dalam hati
Mungkin niatku lebih tulus pada pasien pasien itu, mungkin, kita tidak tahu
Mungkin memang benar kali lebih peduli pada pasien pasien itu dan aku tidak, mungkin kita tidak tahu
Jangan berdebat kepada ku tentang kata kata
Karena aku menerjemahkannya menjadi manipulasi dan dominasi
Aku ingin melindungi hatiku agar tidak terluka
Ia mirip kaca yang disentuh sedikit maka akan retak
Ia mirip salju yang panas sedikit mudah mencair
Aku belum bisa mengolah kata kata itu menjadi ungkapan kasih peduli
Ia hidup selama ini dengan dongeng dongeng happy ending
Dengan idealisme syair-syair
Ia naif tetap naif

Maafkan ia
Ingin

Melindungi

Hatinya agar tidak gila lagi

Jakarta, Juni 2026 

Senin, 30 Maret 2026

Dalam sebagian Doa

Aku memujimu terang-terangan
Di hadapanmu
Engkau tidak percaya
Katamu tak baik memuji orang berlebihan 

Tapi engkau lebih baik dari sangkaan orang terhadapmu 
Orang bilang engkau baik 
Dan engkau lebih baik dari itu semua
Kepada ku dan kepada kedua penyejuk jiwa kita 

Semoga segala keberlimpahan di turunkan untukmu
Semoga Allah membalas segala kebaikanmu dengan kebaikan kebaikan yang berlebih 
Semoga Allah ridho padamu seperti yang engkau idam-idamkan 

Jakarta, 25 Januari 2026