Senin, 30 Maret 2026

Dalam sebagian Doa

Aku memujimu terang-terangan
Di hadapanmu
Engkau tidak percaya
Katamu tak baik memuji orang berlebihan 

Tapi engkau lebih baik dari sangkaan orang terhadapmu 
Orang bilang engkau baik 
Dan engkau lebih baik dari itu semua
Kepada ku dan kepada kedua penyejuk jiwa kita 

Semoga segala keberlimpahan di turunkan untukmu
Semoga Allah membalas segala kebaikanmu dengan kebaikan kebaikan yang berlebih 
Semoga Allah ridho padamu seperti yang engkau idam-idamkan 

Jakarta, 25 Januari 2026

Wahai Diri

Jika semua orang mulai memusuhi 
Bila semua orang memulai kata-kata menyakitkan

Kita tidak ingin percaya 

Orang terakhir yang akhirnya mengasihi diri kita adalah diri sendiri 

Aku memaafkan diriku

Aku menyayangi diriku sendiri 

Jangan jadi gila untuk hal seperti ini 

Wahai diri, anda telah berjuang keras sampai detik ini 

Melewati banyak hal yang tidak dapat dibayangkan
Terima kasih karena tidak pernah berhenti 
Terima kasih untuk tetap bangkit walau berkali-kali jatuh 

Terima kasih hati, yang tetap sabar 

Terima kasih tubuh, yang tetap berjuang bersama, wahai diri 

Bismillah, bismillah 


Jakarta, 28 November 2024

Dalam ingatan untuk berhenti dalam jalan ini, dalam fase serendah rendahnya 






Ketidaksempurnaan

Adanya kekurangan, kesedihan, ketidakcukupan, akan membuat kita semakin merindukan surga dengan kebahagiaan, ketenangan, kecukupan, kepuasaan yang abadi.

Apa yang dikejar terlalu keterlaluan bila juga akan mati, apa yang mesti dikumpulkan mati-matian bila pun tak dibawa mati
Apa guna lelah ini, bila tidak menjadi lillah
Semua kuniatkan hidupku matiku, amalku hanya karena Engkau ya Allah
Seperti yang ku janjikan dipermulaan hariku
Seperit yang ku janjikan di setiap permulaan sholatku

Bukan karena siapapun
Cinta ku pada anak-anakku dan suamiku
Baktiku pada orang tuaku

Akan berjuang sampai akhir sampai engkau ridho padaku
Sampai aku menjadi jiwa  yang tenang

Mei 2024

Kamis, 12 Maret 2026

Bismillah

Dua belas tahun blog ini ditutup oleh pemiliknya. Saat aku ingat kebelakang, aku sungguh tidak tahu apa alasannya, lupa karena saking lamanya. Lupa bahwa pernah banyak menulis. 

Tahun ini 2026, aku ingin menulis kembali karena keresahan bahwa dunia ini sudah sedemikian rusaknya. Keresahan karena akhlak negeri ini sudah benar benar jauh dari yang seharusya. Aku ingin bersuara dan semoga suara ku didengar. Suara yang tidak berisik namun berharap sanggup untuk mengganggu perasaan barang sebentar. 

Dua belas tahun yang panjang. Menikah, punya anak yang sudah besar, punya pekerjaan tetap, sekolah spesialis, alhamdulillah pencapaian yang perlu dirayakan walau tidak seterang pencapaian orang lain. Sedemikian 12 tahun yang panjang itu tentu saja banyak sekali pengalaman reflektif yang ingin aku ingat-ingat satu satu untuk menuliskan hikmahnya. 

Membaca semua tulisan lama, sungguh terharu bisa mengenang diriku yang lama yang pernah seidealisme itu memandang hidup dan sungguh senang diriku yang sekarang yang sudah mengalami banyak hal dalam kehidupan. Pengalaman bahagia, pengalaman sedih, pengalaman datar yang aku bersyukur aku mengalaminya. Melihat orang-orang yang berbeda beda. Dalam 12 tahun aku telah pindah bekerja di 4 rumah sakit yang berbeda dan melihat berbagai macam orang serta melihat berbagai peristiwa.

Teman-teman silih berganti datang dan pergi. Hampir semua telah menikah dan punya anak. Kesibukan dan jarak yang jauh serta perbedaan prioritas tak lagi bisa merayakan untuk keberhasilan tiap tiap orang. Doaku menyertai sahabat-sehabat semoga Allah menjaga mereka, keluarga dan pekerjaan nya hingga sukses dan lancar. 

Selama 12 tahun tidak bersuara presiden telah berganti dari Jokowi ke Prabowo. Sosial media semakin menggila dengan segala pikatannya membuat selalu scrolling. Kemudian peristiwa tahun 2020 dimana lock down untuk virus covid. Serta 2 tahun belakang adanya AI yang mengubah segalanya. Namun yang pasti, Alquran tidak berubah dan perintah sebagai khalifah di muka bumi dan mnegabdi kepada Allah tidak berubah. 

Serta sekarang dunia di ambang batas untuk perang dunia ketiga karena Amerika dan Israel sekarang sedang berperang dengan Iran.

Akhirnya semoga blog dan tulisan ini menjadi warisan untuk anak-anakku sehingga saat besar uminya tidak perlu banyak bercerita tentang umi, sekitar dan dunia. 


Rabu, 31 Desember 2014

Bila

Bila bahagia, tak dapat diungkap lewat kata. Maka bahagia diungkap lewat syukur pada yang Maha Kuasa.

Bila terimakasih bahkan tak berarti lewat kata. Maka doa adalah bukti panjang yang tak diketahui siapapun jua

Jumat, 28 November 2014

Sabar di penghujung tahun

12 kali jaga dalam waktu 5 minggu. Berat rasanya di hari hari akhir seperti ini. Mungkin inilah cobaannya. Menyelesaikan satu demi satu yang harus diselesaikan.

Bila orang lain sudah selesai dan menuju ke urusan selanjutnya. Rasanya tidak patut untuk memaksakan diri mengejar ketertinggalan kesiapan.

Akan ada masa yang tepat, orang yang tepat, kesiapan yang tepat. Bila itu memakan waktu ribuan tahun, sabar yang panjang adalah harganya..

Undangan yang banyak di akhir tahun ini.. barokallah sahabat2ku.. menjadilah keluarga sakinah mawadah warohamah...

Disatukan

Selalu bertanya, mengapa beberapa orang dapat disatukan. Misalnya seperti indonesia yang disatukan karena latar belakang sejarah kelam 350 tahun.

Lalu mengapa kita disatukan, ulil
Mungkin karena kesamaan sudut pandang dan visi

Lalu mengapa kita disatukan, bro
Mungkin kita menempati rahim yang sama, satu sepersusuan dan satu ikatan darah

Lalu mengapa kita disatukan, nantinya
Mungkin karena kesamaan visi dan yang paling penting, karena Mu ya Allah