Minggu, 26 Juli 2026

Dua Gadis Cantik

 



Dua gadis cantik dengan biru langit, kayu coklat dan hijau hutan
Tumbuhlah besar dengan segala kebahagiaannya 
Jadilah bebas, pada jiwa dan pengalamannya
Jadilah terikat, pada kebaikan dalam firman-firmanNya

Bangka, Juli 2026

Rabu, 15 Juli 2026

Surga Pertamaku

Kau mukjizat untukku,

keberuntungan yang tak kuminta

namun kudapatkan

 

Otak ini tak pernah diam—

membaca nada, memilih kata,

mengurai gerak yang tak terlihat.

mengenali niat tersembunyi,

dan karena itu…

tak pernah benar-benar merasa aman.

 

Takut

 

Namun setiap kali bertemu denganmu,

lagi dan lagi,

aku tenang.

 

Seakan tak perlu berjaga.

Seakan boleh tertidur.

Seakan aku telah menemukan surga.

 

Dia mengenali keikhlasan itu.

Cinta dan pengorbanan

 

Seharusnya dia tak pernah melangkah keluar,

dunia terlalu keras

untuk jiwa lurus,

naif.

 

Separuh jiwaku—

 

Jika kita tak pernah berubah,

jika hatimu tak goyah,

tak beralih dari perjanjian berat

yang disaksikan langit,

karena iman

karena amanah

 

Maka kita kan bertemu lagi.

 

Pada surga kedua.

 

Surga pertama

telah ku rasakan di dunia ini—

karena mu.

 

Dan setelah pertarungan panjang ini,

yang mungkin tak kan segera usai,

ku akan kembali padamu.

 

Pada perlindungan sayapmu,

yang membuat jiwaku tenang

tanpa perlu waspada lagi.

Jakarta, Juli 2026


Minggu, 28 Juni 2026

Bahasa cinta

 

Bahasa cinta seorang penguasa adalah kekayaan, keindahan, dan kemegahan.

Seperti Taj Mahal yang dipersembahkan Shah Jahan kepada Mumtaz Mahal.

Seorang laki-laki mengungkapkan cintanya dengan menafkahi istri dan anak-anaknya.

Seorang perempuan menghadiahkan doa dan kesetiaannya kepada keluarga.

Sedangkan seorang penyair mempersembahkan kata-kata.

Bukan kata-kata biasa,

melainkan kata-kata yang telah ia bumbui fikiran

dan ia pinjamkan ruh dari hatinya.

Maka

Hadirlah syair

sebagai hadiah

bagi kekasih hatinya.

Jakarta, Juni 2026

Kepedulian yang diterjemahkan

 
Apakah ada kesalahan yang tidak termaafkan
Bahkan Allah pun maha Pemaaf
Apakah untuk mengubah seseorang harus memaksanya untuk merasa bersalah
Apakah tak cukup penyesalan dan azam untuk memperbaikinya
Adakah perbedaan antara menasehati dan menghakimi
Aku bukan Prabowo atau Jokowi yang korupsi triliyunan
Mengambil pajak rakyat lalu korupsi untu perutnya sendiri
Aku hanya bertanggung jawab untuk 10-an pasien yang tidak ada yang meninggal
Aku hanya tidak ini dan tidak itu, mengapa terlalu keras
Mengapa antara kita harus ada jembatan antara yang berkuasa dan yang tertindas
Mengapa aku melihat kalian melihatku sebagai hama
Tapi percuma
Dari awal cara kita memandang sesuatu berbeda
Dan dari awal cara kalian memandang ku berbeda
Aku hanya ingin cepat selesai dan cepat pergi dari sini
Sebegitu sederhana, jangan dipersulit
Kalian tidak bisa melihat niat di dalam hati
Mungkin niatku lebih tulus pada pasien pasien itu, mungkin, kita tidak tahu
Mungkin memang benar kali lebih peduli pada pasien pasien itu dan aku tidak, mungkin kita tidak tahu
Jangan berdebat kepada ku tentang kata kata
Karena aku menerjemahkannya menjadi manipulasi dan dominasi
Aku ingin melindungi hatiku agar tidak terluka
Ia mirip kaca yang disentuh sedikit maka akan retak
Ia mirip salju yang panas sedikit mudah mencair
Aku belum bisa mengolah kata kata itu menjadi ungkapan kasih peduli
Ia hidup selama ini dengan dongeng dongeng happy ending
Dengan idealisme syair-syair
Ia naif tetap naif

Maafkan ia
Ingin

Melindungi

Hatinya agar tidak gila lagi

Jakarta, Juni 2026 

Senin, 30 Maret 2026

Dalam sebagian Doa

Aku memujimu terang-terangan
Di hadapanmu
Engkau tidak percaya
Katamu tak baik memuji orang berlebihan 

Tapi engkau lebih baik dari sangkaan orang terhadapmu 
Orang bilang engkau baik 
Dan engkau lebih baik dari itu semua
Kepada ku dan kepada kedua penyejuk jiwa kita 

Semoga segala keberlimpahan di turunkan untukmu
Semoga Allah membalas segala kebaikanmu dengan kebaikan kebaikan yang berlebih 
Semoga Allah ridho padamu seperti yang engkau idam-idamkan 

Jakarta, 25 Januari 2026

Wahai Diri

Jika semua orang mulai memusuhi 
Bila semua orang memulai kata-kata menyakitkan

Kita tidak ingin percaya 

Orang terakhir yang akhirnya mengasihi diri kita adalah diri sendiri 

Aku memaafkan diriku

Aku menyayangi diriku sendiri 

Jangan jadi gila untuk hal seperti ini 

Wahai diri, anda telah berjuang keras sampai detik ini 

Melewati banyak hal yang tidak dapat dibayangkan
Terima kasih karena tidak pernah berhenti 
Terima kasih untuk tetap bangkit walau berkali-kali jatuh 

Terima kasih hati, yang tetap sabar 

Terima kasih tubuh, yang tetap berjuang bersama, wahai diri 

Bismillah, bismillah 


Jakarta, 28 November 2024

Dalam ingatan untuk berhenti dalam jalan ini, dalam fase serendah rendahnya 






Ketidaksempurnaan

Adanya kekurangan, kesedihan, ketidakcukupan, akan membuat kita semakin merindukan surga dengan kebahagiaan, ketenangan, kecukupan, kepuasaan yang abadi.

Apa yang dikejar terlalu keterlaluan bila juga akan mati, apa yang mesti dikumpulkan mati-matian bila pun tak dibawa mati
Apa guna lelah ini, bila tidak menjadi lillah
Semua kuniatkan hidupku matiku, amalku hanya karena Engkau ya Allah
Seperti yang ku janjikan dipermulaan hariku
Seperit yang ku janjikan di setiap permulaan sholatku

Bukan karena siapapun
Cinta ku pada anak-anakku dan suamiku
Baktiku pada orang tuaku

Akan berjuang sampai akhir sampai engkau ridho padaku
Sampai aku menjadi jiwa  yang tenang

Mei 2024