Dahulu, aku sempat
memanggilnya Khilmu. Artinya adalah sahabat dan juga bermakna kasih
sayang dan cinta. Dia adalah salah satu sahabat terdekatku.
Dia adalah sahabat
bertumbuhku dari kelas 4 SD, SMP dan SMA. 14 tahun selalu dalam kelas yang
sama. Dan selama itu pula tentu telah banyak yang terjadi dan setiap detilnya
berusaha selalu diingat. Kita telah
banyak berbagi cerita, kenangan indah, kenangan buruk dan semuanya. Terlalu
indah dan terlalu cepat. Sampai aku tersadar sekarang. Ini terlalu cepat.
Dia beharga untukku
bukan karena lebih baik , lebih ini atau lebih apapun. Karena persahabatan itu
kelak bukan tentang itu. Semuanya adalah tentang penerimaan. Saling menerima.
Semuanya.
Persahabatan itu
adalah tentang kesiapan untuk menerima perubahan. People
changed seperti itulah kawan sebelah kamarku selalu bilang.
Sedang aku, lebih
suka menyebutnya sahabat bertumbuh. Bertumbuh dari segi apa saja. Apalagi
sahabat sedari kecil.
Melihat perubahan
tinggi, perubahan badan, perubahan materi, perubahan keadaan, pasang surut
perubahan sikap, perubahan ilmu sampai yang paling dalam adalah perubahan
kedewasaan. Dengan semua
perubahan itu besar dan kecil harus memakai cara yang sama yakni tetap
menerima.
Walau kadang yah,,
ada berbagai hal di otak kita yang bertentangan dan tak sama. Value yang saya
pegang. Ungkapkan kalau tak mendengar yah sudah diam saja. Karena sudah
terlanjur sayang (ini tidak benar, jangan ditiru).
Kembali ke topik ini. Sahabat bertumbuh ku ini sudah melepas masa lajangnya. Ada perasaan kehilangan di dalam hati namun sungguh aku sangat bahagia. Ternyata engkau telah menemukan separuh hatimu dan akan menggenapkan separuh agamamu.
Kau begitu cantik dengan balutan jilbab putih itu. Sayang tak bisa datang ke sana.
Akhir kata, yang belum aku sampaikan
Barakallah untuk
Adek Rahayu dan Idu Papinda Jaya.
Barakallahi Laka Wa
Baraka'Alaika Wa Jama'A Bainakuma Fikhair
Dan doa-doa lain
dalam kesendirian nantinya.
Barakallah Rahayuuu :)
BalasHapus