Kadang aku sangat
bahagia, menikmati puisi para pecinta dan penyair. Merasakan rasa
yang sama dan kebodohan yang sama. Kadang aku berfikir, mengapa cinta begitu rumit untuk kita sedang orang lain dengan mudah berbahagia dengan
pasangannya.
Yah, kalau
seandainya cinta itu mudah kita dapatkan, manakah ada puisi-puisi putus asa,
syair-syair menyayat sembilu?
Yah, kadang aku
sampai pada kesimpulan, mengapa sulit bagi kita untuk mengatakan bahkan hanya
untuk sekadar menampakkanya.
Bila akhirnya cinta
kita terbang mengudara bebas dari tinta dan kertas yang telah menahannya
sebegitu lama. Aku akan sangat bahagia.
Siapa yang duluan dari kita penyair
cinta untuk mendapatkannya, Cinta yang telah kita nantikan?
Sungaiiat, 28 Juli 2014
aku kasih sebait sajak pendek buat kakak.
BalasHapusBasah kertas bukan lagi oleh tinta,
namun ia selalu tabah...
menyeka segala yang tumpah.
Salam kenal dari Wiwit Kurniawan; penyair jalang