Senin, 28 Juli 2014

Menikmati Setiap Detiknya

Kau tidak dapat membayangkan betapa bahagia perasaan ku dalam minggu-minggu ini. Kami akhirnya dapat berkumpul bersama karena hitungan hari telah memisahkan kami. Kau tahu, aku sangat faham bahwa hari hari ini akan berakhir hingga ku nikmati lamat-lamat suasananya.
 
Kurasakan dalam-dalam kelezatan masakan ibu dan kupandangi ia lebih lama dalam tidurnya. Kudengarkan seluruh celotehan adikku walau kadang aku tak mengerti jalan fikirannya. Kukerjakan apapun yang kalian inginkan. Bahkan tidak kutinggalkan sejengkalpun rumah ini karena aku ingin menikmatinya.
 
Di sini aku kembali bernostalgia dengan hari-hari ku dahulu yang mana kilatan bayangannya beberapa telah lenyap. Malam-malam yang kuhabiskan dengan buku-buku yang terbuka, malam-malam yang kuhabiskan dalam kesendirian. Di meja ini, di kamar ini dimana segala mimpi bermulai. Di meja, meja yang hanya kusentuh seminggu saja dalam setiap tahunnya.
 
Kau tahu bahwa aku menahan diriku untuk bertanya, apa misteri dari merantau, apa hikmah dari pergi jauh dari tanah kelahiran?
 
Entahlah, tapi aku, beberapa hari ini akan menikmati setiap detiknya bersama mereka di sini, di tanah kelahiranku. Dan malam ini, aku menikmati setiap detiknya kamar ini bersama guruh deras hujan di luar.
 
Sungailiat, 28 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar