Dua gadis cantik dengan biru langit, kayu coklat dan hijau hutan
Tumbuhlah besar dengan segala kebahagiaannya
Jadilah bebas, pada jiwa dan pengalamannya
Jadilah terikat, pada kebaikan dalam firman-firmanNya
Bangka, Juli 2026
Dua gadis cantik dengan biru langit, kayu coklat dan hijau hutan
Tumbuhlah besar dengan segala kebahagiaannya
Jadilah bebas, pada jiwa dan pengalamannya
Jadilah terikat, pada kebaikan dalam firman-firmanNya
Bangka, Juli 2026
Kau mukjizat untukku,
keberuntungan yang tak kuminta
namun kudapatkan
Otak ini tak pernah diam—
membaca nada, memilih kata,
mengurai gerak yang tak terlihat.
mengenali niat tersembunyi,
dan karena itu…
tak pernah benar-benar merasa aman.
Takut
Namun setiap kali bertemu denganmu,
lagi dan lagi,
aku tenang.
Seakan tak perlu berjaga.
Seakan boleh tertidur.
Seakan aku telah menemukan surga.
Dia mengenali keikhlasan itu.
Cinta dan pengorbanan
Seharusnya dia tak pernah melangkah keluar,
dunia terlalu keras
untuk jiwa lurus,
naif.
Separuh jiwaku—
Jika kita tak pernah berubah,
jika hatimu tak goyah,
tak beralih dari perjanjian berat
yang disaksikan langit,
karena iman
karena amanah
Maka kita kan bertemu lagi.
Pada surga kedua.
Surga pertama
telah ku rasakan di dunia ini—
karena mu.
Dan setelah pertarungan panjang ini,
yang mungkin tak kan segera usai,
ku akan kembali padamu.
Pada perlindungan sayapmu,
yang membuat jiwaku tenang
tanpa
perlu waspada lagi.
Jakarta, Juli 2026
Bahasa cinta seorang penguasa adalah kekayaan, keindahan, dan kemegahan.
Seperti Taj Mahal yang dipersembahkan Shah Jahan kepada Mumtaz Mahal.
Seorang laki-laki mengungkapkan cintanya dengan menafkahi istri dan anak-anaknya.
Seorang perempuan menghadiahkan doa dan kesetiaannya kepada keluarga.
Sedangkan seorang penyair mempersembahkan kata-kata.
Bukan kata-kata biasa,
melainkan kata-kata yang telah ia bumbui fikiran
dan ia pinjamkan ruh
dari hatinya.
Maka
Hadirlah syair
sebagai hadiah
bagi kekasih
hatinya.
Jakarta, Juni 2026
Apakah
ada kesalahan yang tidak termaafkan
Bahkan
Allah pun maha Pemaaf
Apakah
untuk mengubah seseorang harus memaksanya untuk merasa bersalah
Apakah
tak cukup penyesalan dan azam untuk memperbaikinya
Adakah perbedaan antara menasehati dan menghakimi
Aku bukan
Prabowo atau Jokowi yang korupsi triliyunan
Mengambil
pajak rakyat lalu korupsi untu perutnya sendiri
Aku hanya
bertanggung jawab untuk 10-an pasien yang tidak ada yang meninggal
Aku hanya
tidak ini dan tidak itu, mengapa terlalu keras
Mengapa
antara kita harus ada jembatan antara yang berkuasa dan yang tertindas
Mengapa aku melihat kalian melihatku sebagai hama
Tapi
percuma
Dari awal cara kita memandang sesuatu berbeda
Dan dari
awal cara kalian memandang ku berbeda
Aku hanya
ingin cepat selesai dan cepat pergi dari sini
Sebegitu
sederhana, jangan dipersulit
Kalian
tidak bisa melihat niat di dalam hati
Mungkin
niatku lebih tulus pada pasien pasien itu, mungkin, kita tidak tahu
Mungkin memang benar kali lebih peduli pada pasien pasien itu dan aku tidak,
mungkin kita tidak tahu
Jangan
berdebat kepada ku tentang kata kata
Karena
aku menerjemahkannya menjadi manipulasi dan dominasi
Aku ingin melindungi hatiku agar tidak terluka
Ia mirip
kaca yang disentuh sedikit maka akan retak
Ia mirip
salju yang panas sedikit mudah mencair
Aku belum
bisa mengolah kata kata itu menjadi ungkapan kasih peduli
Ia hidup
selama ini dengan dongeng dongeng happy ending
Dengan
idealisme syair-syair
Ia naif
tetap naif
Maafkan
ia
Ingin
Melindungi
Hatinya
agar tidak gila lagi
Jakarta, Juni 2026
Aku memujimu terang-terangan
Di hadapanmu
Engkau tidak percaya
Katamu tak baik memuji orang berlebihan
Tapi engkau lebih baik dari sangkaan orang terhadapmu
Orang bilang engkau baik
Dan engkau lebih baik dari itu semua
Kepada ku dan kepada kedua penyejuk jiwa kita
Semoga segala keberlimpahan di turunkan untukmu
Semoga Allah membalas segala kebaikanmu dengan kebaikan kebaikan yang berlebih
Semoga Allah ridho padamu seperti yang engkau idam-idamkan
Jakarta, 25 Januari 2026
Jika semua orang mulai memusuhi
Bila semua orang memulai kata-kata menyakitkan
Kita tidak ingin percaya
Orang terakhir yang akhirnya mengasihi diri kita adalah diri sendiri
Aku memaafkan diriku
Aku menyayangi diriku sendiri
Jangan jadi gila untuk hal seperti ini
Wahai diri, anda telah berjuang keras sampai detik ini
Melewati banyak hal yang tidak dapat dibayangkan
Terima kasih karena tidak pernah berhenti
Terima kasih untuk tetap bangkit walau berkali-kali jatuh
Terima kasih hati, yang tetap sabar
Terima kasih tubuh, yang tetap berjuang bersama, wahai diri
Bismillah, bismillah
Jakarta, 28 November 2024
Dalam ingatan untuk berhenti dalam jalan ini, dalam fase serendah rendahnya
Adanya kekurangan, kesedihan, ketidakcukupan, akan membuat kita semakin merindukan surga dengan kebahagiaan, ketenangan, kecukupan, kepuasaan yang abadi.
Apa yang dikejar terlalu keterlaluan bila juga akan mati, apa yang mesti dikumpulkan mati-matian bila pun tak dibawa mati
Apa guna lelah ini, bila tidak menjadi lillah
Semua kuniatkan hidupku matiku, amalku hanya karena Engkau ya Allah
Seperti yang ku janjikan dipermulaan hariku
Seperit yang ku janjikan di setiap permulaan sholatku
Bukan karena siapapun
Cinta ku pada anak-anakku dan suamiku
Baktiku pada orang tuaku
Pengabdianku kepada kemanusiaan
Sayang dan penghargaan ku untuk sesama manusia
Hanya karena Engkau ya Allah
Mengharapakan keridhoan engkau
Ampunan Engkau
Agar memasukkan ku pada Jannah yang abadi
Semakin sulit, semakin aku merindukan tempat abadi itu
Tapi aku tidak akan pergi dari bumi dengan tangan kosong
Tidka akan meninggal tanpa amal
Akan berjuang sampai akhir sampai engkau ridho padaku
Sampai aku menjadi jiwa yang tenang
Mei 2024
Dua belas tahun blog ini ditutup oleh pemiliknya. Saat aku ingat kebelakang, aku sungguh tidak tahu apa alasannya, lupa karena saking lamanya. Lupa bahwa pernah banyak menulis.
Tahun ini 2026, aku ingin menulis kembali karena keresahan bahwa dunia ini sudah sedemikian rusaknya. Keresahan karena akhlak negeri ini sudah benar benar jauh dari yang seharusya. Aku ingin bersuara dan semoga suara ku didengar. Suara yang tidak berisik namun berharap sanggup untuk mengganggu perasaan barang sebentar.
Dua belas tahun yang panjang. Menikah, punya anak yang sudah besar, punya pekerjaan tetap, sekolah spesialis, alhamdulillah pencapaian yang perlu dirayakan walau tidak seterang pencapaian orang lain. Sedemikian 12 tahun yang panjang itu tentu saja banyak sekali pengalaman reflektif yang ingin aku ingat-ingat satu satu untuk menuliskan hikmahnya.
Membaca semua tulisan lama, sungguh terharu bisa mengenang diriku yang lama yang pernah seidealisme itu memandang hidup dan sungguh senang diriku yang sekarang yang sudah mengalami banyak hal dalam kehidupan. Pengalaman bahagia, pengalaman sedih, pengalaman datar yang aku bersyukur aku mengalaminya. Melihat orang-orang yang berbeda beda. Dalam 12 tahun aku telah pindah bekerja di 4 rumah sakit yang berbeda dan melihat berbagai macam orang serta melihat berbagai peristiwa.
Teman-teman silih berganti datang dan pergi. Hampir semua telah menikah dan punya anak. Kesibukan dan jarak yang jauh serta perbedaan prioritas tak lagi bisa merayakan untuk keberhasilan tiap tiap orang. Doaku menyertai sahabat-sehabat semoga Allah menjaga mereka, keluarga dan pekerjaan nya hingga sukses dan lancar.
Selama 12 tahun tidak bersuara presiden telah berganti dari Jokowi ke Prabowo. Sosial media semakin menggila dengan segala pikatannya membuat selalu scrolling. Kemudian peristiwa tahun 2020 dimana lock down untuk virus covid. Serta 2 tahun belakang adanya AI yang mengubah segalanya. Namun yang pasti, Alquran tidak berubah dan perintah sebagai khalifah di muka bumi dan mnegabdi kepada Allah tidak berubah.
Serta sekarang dunia di ambang batas untuk perang dunia ketiga karena Amerika dan Israel sekarang sedang berperang dengan Iran.
Akhirnya semoga blog dan tulisan ini menjadi warisan untuk anak-anakku sehingga saat besar uminya tidak perlu banyak bercerita tentang umi, sekitar dan dunia.
Bila bahagia, tak dapat diungkap lewat kata. Maka bahagia diungkap lewat syukur pada yang Maha Kuasa.
Bila terimakasih bahkan tak berarti lewat kata. Maka doa adalah bukti panjang yang tak diketahui siapapun jua
12 kali jaga dalam waktu 5 minggu. Berat rasanya di hari hari akhir seperti ini. Mungkin inilah cobaannya. Menyelesaikan satu demi satu yang harus diselesaikan.
Bila orang lain sudah selesai dan menuju ke urusan selanjutnya. Rasanya tidak patut untuk memaksakan diri mengejar ketertinggalan kesiapan.
Akan ada masa yang tepat, orang yang tepat, kesiapan yang tepat. Bila itu memakan waktu ribuan tahun, sabar yang panjang adalah harganya..
Undangan yang banyak di akhir tahun ini.. barokallah sahabat2ku.. menjadilah keluarga sakinah mawadah warohamah...
Selalu bertanya, mengapa beberapa orang dapat disatukan. Misalnya seperti indonesia yang disatukan karena latar belakang sejarah kelam 350 tahun.
Lalu mengapa kita disatukan, ulil
Mungkin karena kesamaan sudut pandang dan visi
Lalu mengapa kita disatukan, bro
Mungkin kita menempati rahim yang sama, satu sepersusuan dan satu ikatan darah
Lalu mengapa kita disatukan, nantinya
Mungkin karena kesamaan visi dan yang paling penting, karena Mu ya Allah
Untuk mengetahui kebenaran, sepertinya anda harus mengetahui teori, meyakini dalam hati, terjerumus dalam lubang kesalahan
Setelah itu, keyakinan itu dapat menancap kuat
Aku fikir engkau bintang yang bersinar sangat terang
Namun terangnya tertutup awan
Namun kadang bersinar lebih terang terang
Kuizinkan sinarnya masuk ke celah jendela
Aku tutup jendelanya
Aku menyesal
Aku buka lagi jendelanya
Terlalu gelap
Dan tak kutemukan lagi cahaya bintang yang terang itu
Awan mana yang menutupinya
Aku mencari
Maukah kau tampak lagi, aku tak tau dimana kau bersembunyi
Dan jendelanya tak kan pernah kututup lagi
Madang, 22 Oktober,
Penyair yang tak bisa berungkap dengan kata kata jelas. Semoga huruf acak dapat mewakilkan makna..
Kita berada di bawah langit yang sama
Menginjak bumi yang sama
Hanya waktunya belumlah tiba
Hingga ku menahan diriku untuk bersedih dan merindu terlau dalam
Bukankah
Klw seandainya Allah sudah menyegerakan tak ada yang dapat menangguhkan
Dan bila Allah menangguhkan maka tak ada juga yang dapat menyegerakan