Pernahkah engkau iri
kepada kebahagiaan orang lain dan merasa bahwa dirimu kesepian, sendiri. Aku
tidak ahu bahwa aku mengalaminya sekarang. Perasaan sepi itu melanda dikala
kita memang sedang tidak dikejar waktu
Lalu aku berfikir,
apakah memang tidak bahagia ketika kita memutuskan sesuatu, memutuskan apa yang
menjadi prinsip kita. Berat melakukannya karena kita lebih cenderung untuk hal
yang lain.
Pada saat itu
kemudian akan terfikir jadi untuk apa hidup ini. Aku meminta nasihat kepada
orangtua dan sahabat dekat. Yah, bahwa rasa syukur yang mendalamlah yang
menjadi tolak ukurnya. Engkau lebih sering melihat ke atas kepada kehidupan
orang-orang yang lebih "kelihatan sempurna" tapi belum mleihat kepada
kehidupan orang orang yang tidak seberuntung dirimu. Harusnya engkau bersyukur,
banyak-banyak bersyukur.
Yah, aku menyetujui
sambil berlinang air mata.
Madang, 6 September 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar