Kamis, 16 Oktober 2014

Kebahagiaan


Pernahkah engkau iri kepada kebahagiaan orang lain dan merasa bahwa dirimu kesepian, sendiri. Aku tidak ahu bahwa aku mengalaminya sekarang. Perasaan sepi itu melanda dikala kita memang sedang tidak dikejar waktu

Lalu aku berfikir, apakah memang tidak bahagia ketika kita memutuskan sesuatu, memutuskan apa yang menjadi prinsip kita. Berat melakukannya karena kita lebih cenderung untuk hal yang lain.

Pada saat itu kemudian akan terfikir jadi untuk apa hidup ini. Aku meminta nasihat kepada orangtua dan sahabat dekat. Yah, bahwa rasa syukur yang mendalamlah yang menjadi tolak ukurnya. Engkau lebih sering melihat ke atas kepada kehidupan orang-orang yang lebih "kelihatan sempurna" tapi belum mleihat kepada kehidupan orang orang yang tidak seberuntung dirimu. Harusnya engkau bersyukur, banyak-banyak bersyukur.

Yah, aku menyetujui sambil berlinang air mata.

Madang, 6 September 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar