Kamis, 16 Oktober 2014

Terima Kasih

Sederhana, tapi sungguh dari lubuk hatiku yang paling dalam yang aku terjemahkan menjadi sebuah perasaan yang bahkan lebih besar dari terimakasih itu.

Aku adalah penyair sehingga kadang aku takut aku melebih lebihkan perasaanku dibandingkan yang seharusnya ada. Tapi aku kembali meyakinkan, tidak, aku yakin, aku benar mencintai kalian.

Dengan kepribadian ku yang seperti ini, seandainya kalian tidak ada. Seandainya true friendship itu tidak ada, aku yakin aku akan kesepian yang lebih dalam dan akan sakit jiwa.

Tapi kalian ada. Untuk mendengarkan segala ocehan ku yang aneh. Segala pemikiran ku yang meloncat-loncat. Mau mengerti bahwa aku butuh waktu sendiri. Mau megajakku jalan, nonton, makan. Mau bercerita tentang gossip tertawa di  ruang bawah menertawakan sinero tidak lucu.

Pada awalnya aku adalah orang yang individualis yang merasa mampu untuk menaklukkan dunia ini. Egois dan merasa bisa segalanya. Bertemu dengan kalian, membuatku mengerti apa itu saling membtuhkan, apa itu ikatan, apa itu tenggang rasa, apa itu memaklumi.

Kalian mencontohkan kepadaku tentang Islam dan pengamalannya di dunia nyata.

Kalian adalah keajaiban dunia untukku. Di saat dunia luar dipenuh ketidakpercaayaan, keegoisan. Tapi kalian menunjukkkan banyak sifat-sifat baik yang harus ditiru. Banyak..

Kalian tahu, aku diliputi rasa takut karena tidak siap dengan perubahan. Akankah setelah ini kita bertemu lagi. Akankah setelah bertambah anggota keluarga baru semuanya tidak akan sama lagi.

Dan akhirnya aku tahu bahwa itu Sunatullah, yang datang akan pergi dan akan ada yang datang kembali.
Tapi benar, aku ingin ucapkan terimakasih untuk ketulusan kalian selama 5 tahun ini.

Kepada Allah aku mengucapkan syukur mendalam, karena telah menyandikngkan aku dengan kalian. Aku tak percaya, tapi bagiku ini keajaiban. Aku berharap setelah fase ini selesai dan aku menapaki ke fase yang baru, aku akan disandingkan dengan orang yang memiliki akhlak dan hati yang luar biasa, seperti kalian..

Terimakasih.
Dan ini tidak terlalu berlebihan.    

Madang, Palembang, 16 September 2014


1 komentar:

  1. Wuihh mb rika,, setelah dipikir2 mb menyimpan satu magnet yang tak terjelaskan ;) melihat tulisan ini merasa melihat mb rika yang lain, kenapa ya?

    BalasHapus