Apakah
ada kesalahan yang tidak termaafkan
Bahkan
Allah pun maha Pemaaf
Apakah
untuk mengubah seseorang harus memaksanya untuk merasa bersalah
Apakah
tak cukup penyesalan dan azam untuk memperbaikinya
Adakah perbedaan antara menasehati dan menghakimi
Aku bukan
Prabowo atau Jokowi yang korupsi triliyunan
Mengambil
pajak rakyat lalu korupsi untu perutnya sendiri
Aku hanya
bertanggung jawab untuk 10-an pasien yang tidak ada yang meninggal
Aku hanya
tidak ini dan tidak itu, mengapa terlalu keras
Mengapa
antara kita harus ada jembatan antara yang berkuasa dan yang tertindas
Mengapa aku melihat kalian melihatku sebagai hama
Tapi
percuma
Dari awal cara kita memandang sesuatu berbeda
Dan dari
awal cara kalian memandang ku berbeda
Aku hanya
ingin cepat selesai dan cepat pergi dari sini
Sebegitu
sederhana, jangan dipersulit
Kalian
tidak bisa melihat niat di dalam hati
Mungkin
niatku lebih tulus pada pasien pasien itu, mungkin, kita tidak tahu
Mungkin memang benar kali lebih peduli pada pasien pasien itu dan aku tidak,
mungkin kita tidak tahu
Jangan
berdebat kepada ku tentang kata kata
Karena
aku menerjemahkannya menjadi manipulasi dan dominasi
Aku ingin melindungi hatiku agar tidak terluka
Ia mirip
kaca yang disentuh sedikit maka akan retak
Ia mirip
salju yang panas sedikit mudah mencair
Aku belum
bisa mengolah kata kata itu menjadi ungkapan kasih peduli
Ia hidup
selama ini dengan dongeng dongeng happy ending
Dengan
idealisme syair-syair
Ia naif
tetap naif
Maafkan
ia
Ingin
Melindungi
Hatinya
agar tidak gila lagi
Jakarta, Juni 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar