Minggu, 28 Juni 2026

Kepedulian yang diterjemahkan

 
Apakah ada kesalahan yang tidak termaafkan
Bahkan Allah pun maha Pemaaf
Apakah untuk mengubah seseorang harus memaksanya untuk merasa bersalah
Apakah tak cukup penyesalan dan azam untuk memperbaikinya
Adakah perbedaan antara menasehati dan menghakimi
Aku bukan Prabowo atau Jokowi yang korupsi triliyunan
Mengambil pajak rakyat lalu korupsi untu perutnya sendiri
Aku hanya bertanggung jawab untuk 10-an pasien yang tidak ada yang meninggal
Aku hanya tidak ini dan tidak itu, mengapa terlalu keras
Mengapa antara kita harus ada jembatan antara yang berkuasa dan yang tertindas
Mengapa aku melihat kalian melihatku sebagai hama
Tapi percuma
Dari awal cara kita memandang sesuatu berbeda
Dan dari awal cara kalian memandang ku berbeda
Aku hanya ingin cepat selesai dan cepat pergi dari sini
Sebegitu sederhana, jangan dipersulit
Kalian tidak bisa melihat niat di dalam hati
Mungkin niatku lebih tulus pada pasien pasien itu, mungkin, kita tidak tahu
Mungkin memang benar kali lebih peduli pada pasien pasien itu dan aku tidak, mungkin kita tidak tahu
Jangan berdebat kepada ku tentang kata kata
Karena aku menerjemahkannya menjadi manipulasi dan dominasi
Aku ingin melindungi hatiku agar tidak terluka
Ia mirip kaca yang disentuh sedikit maka akan retak
Ia mirip salju yang panas sedikit mudah mencair
Aku belum bisa mengolah kata kata itu menjadi ungkapan kasih peduli
Ia hidup selama ini dengan dongeng dongeng happy ending
Dengan idealisme syair-syair
Ia naif tetap naif

Maafkan ia
Ingin

Melindungi

Hatinya agar tidak gila lagi

Jakarta, Juni 2026 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar