Rabu, 15 Juli 2026

Surga Pertamaku

Kau mukjizat untukku,

keberuntungan yang tak kuminta

namun kudapatkan

 

Otak ini tak pernah diam—

membaca nada, memilih kata,

mengurai gerak yang tak terlihat.

mengenali niat tersembunyi,

dan karena itu…

tak pernah benar-benar merasa aman.

 

Takut

 

Namun setiap kali bertemu denganmu,

lagi dan lagi,

aku tenang.

 

Seakan tak perlu berjaga.

Seakan boleh tertidur.

Seakan aku telah menemukan surga.

 

Dia mengenali keikhlasan itu.

Cinta dan pengorbanan

 

Seharusnya dia tak pernah melangkah keluar,

dunia terlalu keras

untuk jiwa lurus,

naif.

 

Separuh jiwaku—

 

Jika kita tak pernah berubah,

jika hatimu tak goyah,

tak beralih dari perjanjian berat

yang disaksikan langit,

karena iman

karena amanah

 

Maka kita kan bertemu lagi.

 

Pada surga kedua.

 

Surga pertama

telah ku rasakan di dunia ini—

karena mu.

 

Dan setelah pertarungan panjang ini,

yang mungkin tak kan segera usai,

ku akan kembali padamu.

 

Pada perlindungan sayapmu,

yang membuat jiwaku tenang

tanpa perlu waspada lagi.

Jakarta, Juli 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar