Kau mukjizat untukku,
keberuntungan yang tak kuminta
namun kudapatkan
Otak ini tak pernah diam—
membaca nada, memilih kata,
mengurai gerak yang tak terlihat.
mengenali niat tersembunyi,
dan karena itu…
tak pernah benar-benar merasa aman.
Takut
Namun setiap kali bertemu denganmu,
lagi dan lagi,
aku tenang.
Seakan tak perlu berjaga.
Seakan boleh tertidur.
Seakan aku telah menemukan surga.
Dia mengenali keikhlasan itu.
Cinta dan pengorbanan
Seharusnya dia tak pernah melangkah keluar,
dunia terlalu keras
untuk jiwa lurus,
naif.
Separuh jiwaku—
Jika kita tak pernah berubah,
jika hatimu tak goyah,
tak beralih dari perjanjian berat
yang disaksikan langit,
karena iman
karena amanah
Maka kita kan bertemu lagi.
Pada surga kedua.
Surga pertama
telah ku rasakan di dunia ini—
karena mu.
Dan setelah pertarungan panjang ini,
yang mungkin tak kan segera usai,
ku akan kembali padamu.
Pada perlindungan sayapmu,
yang membuat jiwaku tenang
tanpa
perlu waspada lagi.
Jakarta, Juli 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar