Senin, 28 Juli 2014

Pecinta dan Penyair


Kadang aku sangat bahagia, menikmati puisi para pecinta dan penyair. Merasakan rasa yang sama dan kebodohan yang sama. Kadang aku berfikir, mengapa cinta begitu rumit untuk kita sedang orang lain dengan mudah berbahagia dengan pasangannya.
Yah, kalau seandainya cinta itu mudah kita dapatkan, manakah ada puisi-puisi putus asa, syair-syair menyayat sembilu?
Yah, kadang aku sampai pada kesimpulan, mengapa sulit bagi kita untuk mengatakan bahkan hanya untuk sekadar menampakkanya.
Bila akhirnya cinta kita terbang mengudara bebas dari tinta dan kertas yang telah menahannya sebegitu lama. Aku akan sangat bahagia.
Siapa yang duluan dari kita penyair cinta untuk mendapatkannya, Cinta yang telah kita nantikan?
 
Sungaiiat, 28 Juli 2014

1 komentar:

  1. aku kasih sebait sajak pendek buat kakak.

    Basah kertas bukan lagi oleh tinta,
    namun ia selalu tabah...
    menyeka segala yang tumpah.

    Salam kenal dari Wiwit Kurniawan; penyair jalang

    BalasHapus