Aku suka berada di
sini. Yah, tapi kesukaanku berbeda dengan kesukaan kalian. Kalian mungkin suka
dengan nilai A yang berderet. Mungkin juga ingin menjadi juara pertama dari 200
orang. Atau obsesi untuk referat dan ujian yang mengagumkan. Kalian tau, aku
kadang ingin mengalah saja kalau seandainya ada rebutan untuk tindakan. Sampai
kadang, aku bertanya, am I really become a good doctor?
Aku suka di sini karena aku bertemu dengan banyak orang. Aku suka menikmati setiap ekspresi yang terpancar dari wajah-wajah orang yang berbeda dalam situasi yang tidak biasa. Situasi yang tidak bisa dibayangkan oleh orang awam. Situasi dimana hanya orang tertentu saja yang tahu. Yah, misalnya, ada orang yang nyawanya sudah satu-satu. Pada saat ini akan banyak ekspresi yang keluar. Dari keluarga pasien yang cemas sekali. Wajah kakak residen yang menyembunyikan keraguannya sampai wajah sehabat yang ingin malam cepat berakhir.
Aku suka mempelajari orang-orang yang berbeda. Setiap bulannya, aku akan menemui hingga puluhan orang yang berbeda yang anda diharuskan cepat akrab dengan mereka kalau ingin hidup mudah dan selamat. Hal ini mudah untuk orang yang pandai bergaul atau orang cuek yang tidak ambil pusing dengan suatu hubungan. Namun sayang, ini akan rumit bagi bagi orang yang menanggap sakralnya hubungan yang terjalin dan murninya sebuah hubungan tanpa motif di baliknya. Sayangnya tidak ada pilihan lain, suka atau tidak suka, anda memaksakan diri untuk akrab.
Walau begitu aku terus mengamati setiap kejadian yang berputar. Mengamati setiap orang dari setiap tindakan yang ia ambil dari suatu peristiwa. Akhirnya menyimpulkan karakter dasar orang tersebut. Pada akhirnya setiap orang adalah orang yang baik. Hanya setiap orang memiliki sudut pandang pemikiran yang berbeda atas suatu peristiwa. Sudut pandang inilah yang kadang akan memecah belah kita. Kita terlebih aku yang kadang terlalu berpasangka dan berspekulasi sehingga kadang menimbulkan ketidak-nyamanan ditambah aku memandang orang dengan tajam dan langsung pada matanya.
Kadang, aku dapat dengan mudah menebak perasaan orang lain, apa yang difikirkannya dan apa tindakan yang akan dia lakukan. Walau tidak 100% tepat aku akan terus melatihnya.
Hingga akhirnya aku ingin bisa menghibur orang yang bersedih hanya dengan mengatakan "Aku mengerti" atau "Ceritakan saja padaku". "One day, I want to become your doctor, not only because I am using drug but also I am using my heart for curing your heart."
Aku suka di sini karena aku bertemu dengan banyak orang. Aku suka menikmati setiap ekspresi yang terpancar dari wajah-wajah orang yang berbeda dalam situasi yang tidak biasa. Situasi yang tidak bisa dibayangkan oleh orang awam. Situasi dimana hanya orang tertentu saja yang tahu. Yah, misalnya, ada orang yang nyawanya sudah satu-satu. Pada saat ini akan banyak ekspresi yang keluar. Dari keluarga pasien yang cemas sekali. Wajah kakak residen yang menyembunyikan keraguannya sampai wajah sehabat yang ingin malam cepat berakhir.
Aku suka mempelajari orang-orang yang berbeda. Setiap bulannya, aku akan menemui hingga puluhan orang yang berbeda yang anda diharuskan cepat akrab dengan mereka kalau ingin hidup mudah dan selamat. Hal ini mudah untuk orang yang pandai bergaul atau orang cuek yang tidak ambil pusing dengan suatu hubungan. Namun sayang, ini akan rumit bagi bagi orang yang menanggap sakralnya hubungan yang terjalin dan murninya sebuah hubungan tanpa motif di baliknya. Sayangnya tidak ada pilihan lain, suka atau tidak suka, anda memaksakan diri untuk akrab.
Walau begitu aku terus mengamati setiap kejadian yang berputar. Mengamati setiap orang dari setiap tindakan yang ia ambil dari suatu peristiwa. Akhirnya menyimpulkan karakter dasar orang tersebut. Pada akhirnya setiap orang adalah orang yang baik. Hanya setiap orang memiliki sudut pandang pemikiran yang berbeda atas suatu peristiwa. Sudut pandang inilah yang kadang akan memecah belah kita. Kita terlebih aku yang kadang terlalu berpasangka dan berspekulasi sehingga kadang menimbulkan ketidak-nyamanan ditambah aku memandang orang dengan tajam dan langsung pada matanya.
Kadang, aku dapat dengan mudah menebak perasaan orang lain, apa yang difikirkannya dan apa tindakan yang akan dia lakukan. Walau tidak 100% tepat aku akan terus melatihnya.
Hingga akhirnya aku ingin bisa menghibur orang yang bersedih hanya dengan mengatakan "Aku mengerti" atau "Ceritakan saja padaku". "One day, I want to become your doctor, not only because I am using drug but also I am using my heart for curing your heart."
One day, I want to become your doctor, not only because I am using drug but also I am using my heart for curing your heart."
BalasHapusAkkkkkk...sukaaaaaaaaaaaaaaaa...
ya ikhti, saya orang jawa, saya punya teman perempuan di Unsri.
BalasHapusboleh saya minta info kontak ukhti? hanya untuk bercerita, saya sangat membutuhkan.
balas saya di wiwit619@gmail.com