Senin, 31 Maret 2014

Melihat dengan Tersenyum


Aku berdiri di antara gang-gang sempit di saat orang-orang terlelap pada pekat malam

Seorang pria berdiri di tepi jendela sempit memandang dengan penuh cemas, memandang istrinya dan anak yang diidam-idamkannya

Kadang kala ia tersenyum, tersenyum bahagia sekali

Ada gemuruh dalam dada

Bagaimana mungkin aku tidak bersyukur dengan apa yang aku punya

Sedang mereka sangat-sangat menerima

 Bayi itu, bayi mereka

Dengan istilah panjang orang-orang baju putih menyebut sesuatu tentang anak mereka

Walau mereka tidaklah mengerti  maksudnya

Walaupun orang-orang memandang anak mereka dengan mengerenyitkan dahi atau memandang dengan kasihan

Mereka tetap saja tersenyum dengan bahagia

Mata mereka melihat bayi itu seakan-akan mereka melihat tanpa kekurangan apapun
 
Aku hanya menghela nafas panjang, aku sangat-sangat beruntung saat ini, itu setidaknya menurut penilaianku sekarang.

Banyak rahasiaMu di dunia ini yang tak terungkap ya Allah

Neonatus, 20 Desember 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar