Ada 2 orang sedang bercengkrama
Orang 1 : Kau tau apa yang sedang kau fikirkan
Orang 2 : Apa urusanku
Orang 1 : Aku berfikir tentang penyair dan penguasa
Orang 2 : Mereka sungguh berbeda, apa hubungannya
Orang 1 : Kau tau perbedaannya
Orang 2 : Sangat banyak, jangan bercanda..
Orang 1 : Mereka sering terlibat konflik pemikiran yang sama,, penyair sangat sering melirik-lirik penguasa, melirik segala salah yang ada, kemudian memilin milinnya menjadi kata-kata, ditambah bumbu-bumbu biar semakin pedas, ia berani menurut caranya sendiri,,
Orang 2 : Sedang penguasa
Orang 1 : Mereka orang yang selalu ketakutan, dan juga mencari-cari penyair, membumihanguskan segala syair yang ada biar tak berbekas, tapi sayangnya zaman sekarang yang sedemikian bebas, mereka harus menahan hati karena penyair itu berkeliaran bebas menyuarakan..
Orang 2 : Aku bingung pada dirimu
Orang 1: Hanya saja mereka mempunyai persamaan,, mereka kesepian, mereka sendiri, mereka hanya tersesat, terlalu banyak memikirkan orang lain, dirinya, apa yang tidak didapatkan, apa yang didapatkan
Orang 2 : Bisakah kita menunjukan jalan yang benar, kalau mereka tersesat
Orang 1 : Tidak usah, mereka sudah tau, mereka hanya lupa, aku harap hanya sesaat, tidak lama. Karena sanggupkah mereka menahan rindu yang sebegitunya kepada penciptaNya. Mereka hanya terlupa dan kuharap, sekali mereka ingat, nyawa mereka belum ditenggorakan atau bumi ini belah menjadi dua
Orang 2 : Kau mengerikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar