Seorang teman mengajak mengikuti sebuah perjalanan ke luar kota. Perjalanan untuk tujuan pelayanan dan kemanusiaan. Perjalanan ini adalah yang pertama dari beberapa bulan belakangan ini. Senangnya melakukan perjalanan adalah akan banyaknya hikmah yang dapat dipetik.
Hal yang pertama yang diingat adalah membawa headset. Headset ini akan berguna kalau kalau perjalanan ini menjemukan. Ternyata praduga ini salah. Sepanjang perjalanan kami ditemani seorang seseorang yang "subhanallah". Seseorang yang mempunyai kehidupan yag berbeda dengan kami. Seseorang ini bercerita dan membagikan pengalamannya yang banyak. Pengalaman yang mungkin tidak akan pernah kami rasakan karena jalur kehidupan yang sudah berbeda. Tapi mendengarnya saja sudah cukup untuk kami.
Dari banyak hal yang ia ceritakan, saya jadi malu dan bertanya tentang kontribusi yang sudah aku lakukan untuk jalan ini. Sedikit-sedikit aku banyak kecewa dan mengeluh ditambah malas. Lengkap sudah. Sedangkan mereka telah mengorbankan segalanya. Mereka mengorbankan waktu, fikiran, tenaga dan juga uang. Bahkan seseorang ini bilang ia berani mati lalu bertanya apakah kami berani mati. Sekilas seseorang ini bertanya dengan nada bercanda. Walau bercanda pertanyaan itu menggores benak saya. Sudahkah saya benar-benar dan sungguh-sungguh.
Terimakasih untuk perjalanan ini. Menambah hamasah dalam dada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar