Minggu, 03 Maret 2013

Barakallah Ya Khilmu


Dahulu, aku sempat memanggilnya Khilmu. Artinya adalah sahabat dan juga bermakna kasih sayang dan cinta. Dia adalah salah satu sahabat terdekatku.
 
Dia adalah sahabat bertumbuhku dari kelas 4 SD, SMP dan SMA. 14 tahun selalu dalam kelas yang sama. Dan selama itu pula tentu telah banyak yang terjadi dan setiap detilnya berusaha selalu diingat.  Kita telah banyak berbagi cerita, kenangan indah, kenangan buruk dan semuanya. Terlalu indah dan terlalu cepat. Sampai aku tersadar sekarang. Ini terlalu cepat.
 
Dia beharga untukku bukan karena lebih baik , lebih ini atau lebih apapun. Karena persahabatan itu kelak bukan tentang itu. Semuanya adalah tentang penerimaan. Saling menerima. Semuanya.
Persahabatan itu adalah tentang kesiapan untuk menerima perubahan. People changed seperti itulah kawan sebelah kamarku selalu bilang.
Sedang aku, lebih suka menyebutnya sahabat bertumbuh. Bertumbuh dari segi apa saja. Apalagi sahabat sedari kecil.
 
Melihat perubahan tinggi, perubahan badan, perubahan materi, perubahan keadaan, pasang surut perubahan sikap, perubahan ilmu sampai yang paling dalam adalah perubahan kedewasaan. Dengan semua perubahan itu besar dan kecil harus memakai cara yang sama yakni tetap menerima.
 
Walau kadang yah,, ada berbagai hal di otak kita yang bertentangan dan tak sama. Value yang saya pegang. Ungkapkan kalau tak mendengar yah sudah diam saja. Karena sudah terlanjur sayang (ini tidak benar, jangan ditiru).

Kembali ke topik ini. Sahabat bertumbuh ku ini sudah melepas masa lajangnya. Ada perasaan kehilangan di dalam hati namun sungguh aku sangat bahagia. Ternyata engkau telah menemukan separuh hatimu dan akan menggenapkan separuh agamamu.

Kau begitu cantik dengan balutan jilbab putih itu. Sayang tak bisa datang ke sana.

Akhir kata, yang belum aku sampaikan
Barakallah untuk Adek Rahayu dan Idu Papinda Jaya.
Barakallahi Laka Wa Baraka'Alaika Wa Jama'A Bainakuma Fikhair
Dan doa-doa lain dalam kesendirian nantinya.


 

1 komentar: