Pernah suatu hari kita berjanji
Pernah berapa malam kita berbagi
Memandang dunia ketika hati masih suci
Dulu, kukenal dari akar sampai bunganya
Ku mengerti duka dan sukanya
Namun bedanya dunia tak pandang siapa kita
Kejam, sangat kejam dan sedikit demi sedikit terikutlah kita
Sahabat, seakan kita sudah mengarungi beribu tahun
Terlepas dari sulbi-sulbi ikatan
Tak kah kau bagi lagi, nestapa atau bahagia semu itu
Ku pandang dari jauh, kemendekat kutelisik, namun hanya bayangmu
Dimanakah sejatinya kau berada
Ku ingin berteriak, mana dirimu dulu
Sang kala, memang tak dapat berulang
Yang ada, kita di sini, sekarang dan untuk masa depan
Yang kutau, kita bgitu lemah, tak kuasa
Dan waktu sama kejam dengan mimpi-mimpi
Ku tak miliki hak juapun untuk hati maupun asamu
Namun, sahabat
Walau hati itu sangatlah rapuh,
Namun, ia dapat sangat kukuh,
Dan gemerincing sayup tegur nya
Tak dapat menipu mata
Jujur, dari sanubari terdalam
Menguak jeruji dusta
Berujar, sudah salahkah kita
Sahabat, kata orang
Ukhuwah itu, tak terletak dari pertemuan
Namun, ingatan di setiap untai doa
Jika hadirku kembali
Tak mampu singkirkan duka di hati
Tak munculkah solusi
Tak menambah canda,
Namun,
Aku tetap ingin selalu dihati
Dan kau, tetap menjadi
Perempuan yang kusayangi
Layo, 27 September 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar