"Ninja itu melihat paling dalam dari yang terdalam".
Kalimat ini adalah kalimat yang yang pernah dilontarkan shikamaru salah satu tokoh favoritku dalam komik naruto ,dan telah menjadi kalimat favorit saya. Melihat sesuatu yang dalam saja sulit, apalagi melihat yang paling dalam dari yang terdalam.
Begitu pun dalam hidup ini. Kadang sulit kita memandang sesuatu, dari sisi yang berbeda. Hitam bagi kita tetaplah hitam dan putih tetaplah putih. Seperti halnya, ketika sesuatu berjalan tidak sesuai cita-cita dan mimpi kita. Ada rasa kecewa, penyesalan,dalam dada, dan kadang menyalahkan yang mahakuasa. Semoga kita semua terhindar dari prilaku seperti itu. Dalam saat-saat tersebut, pernahkah kita mencoba untuk melihat lebih dalam. Suatu hikmah yang tak terungkap sekarang namun kelak di suatu hari nanti. Menelisik lebih dalam sesuatu yang tak hanya terlihat oleh mata fisik semata, namun mata batin yang bertanya pada nurani. Benarkah sejauh ini yang kulakukan? Karena boleh jadi yang baik menrut kita belum tentu baik di mata-Nya, dan yang buruk menurut kita belum tentu buruk di mata-Nya.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui". (QS {2}:216)
Setiap fase dalam kehidupan kita, semuaya sudah diatur dan itu semua terasa dari takdir siapa orang yang bersama kita di hari-hari yang kita jalani sekarang. Dan kemudian akan timbul rasa sayang. Sangatlah aneh jika itu kebetulan belaka. Hal tersebut pasti sudah dirancang, dirancang bersama takdir- takdir kita. Tapi hal yang tidak dilupakan adalah ikhtiar atau pilihan kita yang ikut menentukan pertama kalinya. Ikhtiar atau pilihan itu ada pada kita karena Allah juga mengilhamkan jalan kebaikan dan kejahatan di hati manusia. Allah memberikan manusia kebebasan untuk memilih. Semoga kita selalu digerakkan oleh Allah untuk memilih jalan kebaikan. Dan digagalkannya jika kita sudah ingin melenceng. Dan setelah itu, akan ada rasa lega dalam jiwa, jika menyerahkan seluruh urusan dan takdir kita pada yang Maha kuasa, syukur ketika bahagia dan sabar ketika bencana. Urusan kita hanya berusaha dan selebihnya urusan yang Maha kuasa. Hanya berusaha, berikhtiar dan berdoa,, lalu hasil itu milik Allah semata. Dialah yang berhak menentukan.
Dan tentang kebaikan, dalam hidup ini, manusia memandang kulit luar saja atau sebatas persepsinya. Tentang apa yang ia yakini benar menurutnya dan setiap manusia berbeda akan cara pandang dan hal-hal yang dianggap benar. Tentang batas kesuksesan, ibadah, prestasi, gaya hidup, pakaian yang dipakai, sikap, batas penghargaan dari orang lain, niat-niat yang terselubung. Namun, bagaimanakah 'kebenaran yang sebenarnya benar' itu?. Wallahualam. Hanya Allah lah yang Maha Mengetahui. Yang Maha Melihat dari yang terdalam dari yang paling dalam.
" Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya;bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat. (QS.{1} :5-7)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar