Kamis, 12 Maret 2026

Bismillah

Dua belas tahun blog ini ditutup oleh pemiliknya. Saat aku ingat kebelakang, aku sungguh tidak tahu apa alasannya, lupa karena saking lamanya. Lupa bahwa pernah banyak menulis. 

Tahun ini 2026, aku ingin menulis kembali karena keresahan bahwa dunia ini sudah sedemikian rusaknya. Keresahan karena akhlak negeri ini sudah benar benar jauh dari yang seharusya. Aku ingin bersuara dan semoga suara ku didengar. Suara yang tidak berisik namun berharap sanggup untuk mengganggu perasaan barang sebentar. 

Dua belas tahun yang panjang. Menikah, punya anak yang sudah besar, punya pekerjaan tetap, sekolah spesialis, alhamdulillah pencapaian yang perlu dirayakan walau tidak seterang pencapaian orang lain. Sedemikian 12 tahun yang panjang itu tentu saja banyak sekali pengalaman reflektif yang ingin aku ingat-ingat satu satu untuk menuliskan hikmahnya. 

Membaca semua tulisan lama, sungguh terharu bisa mengenang diriku yang lama yang pernah seidealisme itu memandang hidup dan sungguh senang diriku yang sekarang yang sudah mengalami banyak hal dalam kehidupan. Pengalaman bahagia, pengalaman sedih, pengalaman datar yang aku bersyukur aku mengalaminya. Melihat orang-orang yang berbeda beda. Dalam 12 tahun aku telah pindah bekerja di 4 rumah sakit yang berbeda dan melihat berbagai macam orang serta melihat berbagai peristiwa.

Teman-teman silih berganti datang dan pergi. Hampir semua telah menikah dan punya anak. Kesibukan dan jarak yang jauh serta perbedaan prioritas tak lagi bisa merayakan untuk keberhasilan tiap tiap orang. Doaku menyertai sahabat-sehabat semoga Allah menjaga mereka, keluarga dan pekerjaan nya hingga sukses dan lancar. 

Selama 12 tahun tidak bersuara presiden telah berganti dari Jokowi ke Prabowo. Sosial media semakin menggila dengan segala pikatannya membuat selalu scrolling. Kemudian peristiwa tahun 2020 dimana lock down untuk virus covid. Serta 2 tahun belakang adanya AI yang mengubah segalanya. Namun yang pasti, Alquran tidak berubah dan perintah sebagai khalifah di muka bumi dan mnegabdi kepada Allah tidak berubah. 

Serta sekarang dunia di ambang batas untuk perang dunia ketiga karena Amerika dan Israel sekarang sedang berperang dengan Iran.

Akhirnya semoga blog dan tulisan ini menjadi warisan untuk anak-anakku sehingga saat besar uminya tidak perlu banyak bercerita tentang umi, sekitar dan dunia. 


Rabu, 31 Desember 2014

Bila

Bila bahagia, tak dapat diungkap lewat kata. Maka bahagia diungkap lewat syukur pada yang Maha Kuasa.

Bila terimakasih bahkan tak berarti lewat kata. Maka doa adalah bukti panjang yang tak diketahui siapapun jua

Senin, 29 Desember 2014

Berpindah atau stay di blogger

Sudah lama sekali menunggu waktu ini. Waktu untuk merestorasi fikiran. Waktu untuk berdiam dan berfikir tentang apa yang akan dilakukan ke depannya

Dan dalam masa ini, dipenuhi kebimbangan tentang nasib blog ini. Ada niatan untuk berpindah ke blog baru semacam wordpress atau website beneran. Rencananya dalam blog baru tersebut akan memuat konten-konten yang berbeda. Konten-konten yang menjadi hobbi selama ini. Konten-konten yang semoga jauh lebih bermanfaat.

Namun, inilah yang membingungkan. Akan tetap di blog ini yang sudah setia menemani selama 6 tahun belakangan atau berpindah. Keuntungan blog ini adalah nama domainnya yang memakai nama pribadi dan sudah menjadi nomor satu dalam search engine untuk nama "rika maulida". Setidaknya, traficcnya walaupun tidak besar besar amat, lumayanlah daripada mengulang membuat blog baru.

Kerugiannya adalah, blog ini dari awal memang blog pribadi dan sekadar blog curhatan yang bahkan tidak dibuat link kemanapun. Hanya teman-teman dekat yang membacanya. Kalau seandainya dibuat konten yang berbeda, jadinya aneh.

Keuntungan dari membuat blog baru adalah blognya akan lebih terorganisir dari awal karena memang sudah direncakan blog seperti apa yang akan dibuat. Kerugiannya adalah memulai promosi baru untuk menaikkan traficcnya.

Mana yah yang lebih baik. Menurutmu gimana...??

Jumat, 28 November 2014

Sabar di penghujung tahun

12 kali jaga dalam waktu 5 minggu. Berat rasanya di hari hari akhir seperti ini. Mungkin inilah cobaannya. Menyelesaikan satu demi satu yang harus diselesaikan.

Bila orang lain sudah selesai dan menuju ke urusan selanjutnya. Rasanya tidak patut untuk memaksakan diri mengejar ketertinggalan kesiapan.

Akan ada masa yang tepat, orang yang tepat, kesiapan yang tepat. Bila itu memakan waktu ribuan tahun, sabar yang panjang adalah harganya..

Undangan yang banyak di akhir tahun ini.. barokallah sahabat2ku.. menjadilah keluarga sakinah mawadah warohamah...

Disatukan

Selalu bertanya, mengapa beberapa orang dapat disatukan. Misalnya seperti indonesia yang disatukan karena latar belakang sejarah kelam 350 tahun.

Lalu mengapa kita disatukan, ulil
Mungkin karena kesamaan sudut pandang dan visi

Lalu mengapa kita disatukan, bro
Mungkin kita menempati rahim yang sama, satu sepersusuan dan satu ikatan darah

Lalu mengapa kita disatukan, nantinya
Mungkin karena kesamaan visi dan yang paling penting, karena Mu ya Allah

Salah

Untuk mengetahui kebenaran, sepertinya anda harus mengetahui teori, meyakini dalam hati, terjerumus dalam lubang kesalahan

Setelah itu, keyakinan itu dapat menancap kuat

Rabu, 22 Oktober 2014

Menyesal..

Aku fikir engkau bintang yang bersinar sangat terang
Namun terangnya tertutup awan
Namun kadang bersinar lebih terang terang

Kuizinkan sinarnya masuk ke celah jendela
Aku tutup jendelanya

Aku menyesal
Aku buka lagi jendelanya
Terlalu gelap

Dan tak kutemukan lagi cahaya bintang yang terang itu
Awan mana yang menutupinya
Aku mencari
Maukah kau tampak lagi, aku tak tau dimana kau bersembunyi
Dan jendelanya tak kan pernah kututup lagi

Madang, 22 Oktober,
Penyair yang tak bisa berungkap dengan kata kata jelas. Semoga huruf acak dapat mewakilkan makna..