Sabtu, 05 September 2026

End of life

Tak terhitung lagi,

hingga hati mati rasa

Mendampingi orang tua

Mengikhlaskan kepergian penyejuk jiwa

Wajah pasrah

Wajah tak rela

Pundak- pundak melemas,

Bersandar di pundakku

Teriak-teriak mengancam

Meraung-raung, melunglai

Sebagian mengangguk, mengerti
Namun, matanya nanar

 

"Faiz itu dunia saya, Dokter"

 

Maaf, kami tak bisa lagi mempertahankan dunia kalian

Kataku tertunduk, sayup, tak terdengar

Sampai harus kuyakinkan lagi

Dengan tarikan nafas berat

Perlahan

Menatap lamat-lamat

Berharap keikhlasan

Namun yang tersisa hanya keputusasaan

Setelah itu,

Otak dan hati ini dimatikan

Tak ada waktu menangisi

Setelah ini, 

banyak tugas yang menanti

 
Jakarta, Mei 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar