Kamis, 27 Agustus 2026

Pintu yang ia buka

Ia
bersembunyi sangat lama, berbelas tahun
Meredupkan
cahaya sendiri
Berharap
tidak ada yang peduli

Namun
sekarang ia tak ingin bersembunyi lagi
Ada badai, akan ia tembus dan berputar bersama badai
Ada lautan, ia akan meminjam tongkat Musa untuk membelahnya
Ada samudra, dia akan membangun kapalnya dan mengembangkan layarnya sendiri
Ada kesakitan, ia akan rasakan kesakitan itu walaupun pedih menyayat kulitnya

Ada yang meminta berhenti, ia akan berkata:
Hanya kematian yang memisahkan ia dan cita-citanya
Sebelumnya pun hanya sedikit orang yang menemaninya
Ia akan menggunakan berlian-berlian yang tersisa, menggunakan jemarinya
menulis dengan cepat, menggunakan saraf-saraf meloncat-loncat berpikir dengan cepat|

Ia kini telah membuka pintunya
Mengizinkan
orang-orang untuk menyapa

Jakarta, Agustus 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar