Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya hari ini adalah hari yang tepat untuk kembali memulai apa yang sering saya sebut “menajamkan semangat”. Membaca tulisan lama kemudian membandingkan dengan sekarang saya pun sadar bahwa tidak ada peningkatan dari tulisan-tulisan saya yang nyatanya terbukti dari diksi-diksi yang belum bertambah dan dari kelembutan dalam bercerita. Banyak teori menulis yang katanya jangan menulis terlalu panjang karena pembaca akan bosan atau menulislah tema yang khusus saja dan juga menulislah dengan kerendahan hati. Namun, saya ingin menyingkirkan teori –teori yang ada dan ingin bercerita apapun yang ingin saya ceritakan terlepas ada yang membaca atau tidak.
Sebagai wanita yang sudah melewati usia 20 tahun tentulah kegundahan akan hadir tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Jujur masalah jodoh adalah hal yang paling membuat hati ini tidak nyaman. Setelah berfikir, saya mengerti bahwa masalah terletak bukanlah pada jodoh itu sendiri tapi kepada mimpi-mimpi yang ada. Salahkah, jika saya kadang ingin menyalahkan pemikiran feminis yang ada di benak ini namun rasanya, “there is nothing wrong about the little mind about feminisme”.
Saya lahir di abad ini dimana akhinya wanita hampir setara dengan pria, itu setidaknya yang terfikirkan secara selintas. Sesuatu yang sebenarnya saya syukuri mendalam kepada Allah dimana saya dapat duduk untuk meraih ilmu setinggi yang saya inginkan. Hal ini tidak akan saya dapatkan apabila saya lahir 100 tahun yang lalu. Pendidikan, suasana, informasi, buku-buku dan semuanya membuat diri ini ingin melambungkan cita-cita setinggi yang ada dan akhirnya saya tahu apa yang paling saya impikan namun saya sadar bahwa Allah telah menitipkan sesuatu yang sangat hebat di dalam diri ini yakni sebuah rahim. Sesuatu yang sangat luar biasa dimana tanggung jawab, pahala dan dosa juga setimpal hingga saya tidak ingin mempermainkan apapun yang berkaitan dengan hal ini bahkan untuk memulai jatuh cinta. Rahim ini juga akan menuntut tanggung jawab setelahnya yakni tanggung jawab yang besar untuk menjaga sesatu yang paling sempurna di seluruh jagad yang diciptakan Allah yakni manusia.
Saya pun membayangkan mengenai kesanggupan untuk bermimpi besar yang akan berimbas pada tanggung jawab yang besar. Saya belum pernah membaca buku fiqih kotemporer mengenai hal ini. Saya sering mengobrak-abrik buku-buku biografi bagaimana wanita-wanita hebat zaman sekarang mendidik anak-anak mereka dan merawat keluarga mereka. I never found it . “It” yang ingin saya maksudkan adalah masalah dan kegundahan mereka. Sejauh yang ada hanyalah cerita-cerita tentang kesuksesan wanita karir dalam menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan. Namun, saya ingin tahu tentang cerita dibaliknya tentang harga mahal yang harus dibayar mereka.
Saya adalah seorang ‘Secret admirer’ dari wanita-wanita mengagumkan sepanjang masa. Kalau di Indonesia sendiri saya mengagumi mantan Menteri Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani juga mantan Menteri Kesehatan Indonesia yakni dr. Endang Rahayu dan juga Menteri Kesehatan sekarang dr.Nafsiah Mboi. Wanita lain yang menyita perhatian saya adalah seorang dokter yang mendapatkan penghargaan Bakrie 2012 untuk bidang penelitian kesehatan. Dokter ini bernama Sultana MH Faradz. Beliau sungguh memukau dengan masa panjang penelitiannya di bidang biologimolekuler untuk penyakit kerancuan kelamin. Peneliti wanita muda lainnya yang saya sukai adalah DR. Sidrotun Naim. Beliau adalah doktor udang pertama di Indonesia yang meraih finalis penghargaan Internasional Unesco for Woman in Science 2012 dan sejajar dengan peneliti-peneliti wanita dunia lainnya. Satu kesamaan yang sukai dari mereka adalah kecerdasan,prestasi akademik, pendidikan dan dedikasi mereka untuk bangsa Indonesia.
Tapi bukan hanya mereka yang saya kagumi. Saya pun terharu saat membaca kisah hidup Ustazah Yoyoh Yusro yang wafat pertengahan tahun 2011. Beliau adalah harta yang tidak ternilai harganya, seorang aktivis dakwah yang dapat menyeimbangkan antara pengabdian pada bangsa dan juga dengan keluarganya. Beliau merupakan anggota DPR RI yang sungguh super sibuk namun juga punya 13 anak-anak yang berprestasi dan dalam beberapa literatur menyebutkan beliau selalu tilawah minimal 1 juz Alquran perhari dan tidak pernah ketinggalan sholat malam. Satu kata yang pasti kalian setuju untuk beliau.Subhanallah dan Amazing
Surah Maryam termasuk surah favorit saya dimana Allah SWT berfirman tentang salah satu hambanya yang shaleh yakni Maryam. Ibunda dari nabi Isa AS, wanita suci yang tidak pernah disentuh laki-laki. Mungkin iri kepada mereka tidaklah disebut pantas karena iri harus adalah semangat untuk menyamainya namun apakah diri ini sanggup untuk menyamai wanita luar biasa ini. Senada dengan Maryam yakni Asiyah yang bersuamikan Firaun yang Allah abadikan doa yang dipanjatkannya di dalam Alquran dan juga wanita-wanita di sekeliling Rasullullah SAW yakni Siti Khadijah ra, Aisyah ra dan Fatimah ra. Apakah diri ini punya kekuatan dan kepantasan untuk dapat bertemu dengan mereka? Apakah bisa? Apakah pantas?
Mereka semua adalah ekstraordinary woman yang sangat menginsipirasi. Di saat hati ini diselimuti ketakutan untuk bermimpi namun jika berkaca kepada mereka, apa yang tidak mungkin. Setiap orang khusus dan unik. Dan saya pun dilahirkan dan diciptakan di muka bumi ini dengan tujuan yang khusus dan cara untuk melayani sesama dengan cara yang khusus pula nantinya. Saya ingin memulai mimpi saya dari sekarang dan tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Mimpi ini bukanlah sesutau yang bisa dicapai sebentar tapi bertahun tahun. Mimpi yang tidak bisa aku deskripsikan dalam sebuah kata, kalimat atau paragraf. Namun ia adalah imajinasi yang perasaannya sudah kurasakan dan gambarannya sudah kulihat. Mimpi adalah sebuah rangkaian besar dari banyak mimpi-mimpi bahkan mimpi orang lain
Akan ada masa panjang pengorbanan dan pertentangan batin namun bila dengan tujuan dan niat yang benar insya Allah ada jalan. Yang pertama adalah sebesar besarnya untuk keluarga. Tapi jika mempunyai bakat untuk membantu khalayak lebih besar, mencipta lebih besar kenapa tidak digunakan. Mungkin ini juga satu bentuk dari tujuan penciptaan dan wasilah untuk mendekat kepada Nya.
We will see in the future and the this day when i write this note
Sebagai wanita yang sudah melewati usia 20 tahun tentulah kegundahan akan hadir tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Jujur masalah jodoh adalah hal yang paling membuat hati ini tidak nyaman. Setelah berfikir, saya mengerti bahwa masalah terletak bukanlah pada jodoh itu sendiri tapi kepada mimpi-mimpi yang ada. Salahkah, jika saya kadang ingin menyalahkan pemikiran feminis yang ada di benak ini namun rasanya, “there is nothing wrong about the little mind about feminisme”.
Saya lahir di abad ini dimana akhinya wanita hampir setara dengan pria, itu setidaknya yang terfikirkan secara selintas. Sesuatu yang sebenarnya saya syukuri mendalam kepada Allah dimana saya dapat duduk untuk meraih ilmu setinggi yang saya inginkan. Hal ini tidak akan saya dapatkan apabila saya lahir 100 tahun yang lalu. Pendidikan, suasana, informasi, buku-buku dan semuanya membuat diri ini ingin melambungkan cita-cita setinggi yang ada dan akhirnya saya tahu apa yang paling saya impikan namun saya sadar bahwa Allah telah menitipkan sesuatu yang sangat hebat di dalam diri ini yakni sebuah rahim. Sesuatu yang sangat luar biasa dimana tanggung jawab, pahala dan dosa juga setimpal hingga saya tidak ingin mempermainkan apapun yang berkaitan dengan hal ini bahkan untuk memulai jatuh cinta. Rahim ini juga akan menuntut tanggung jawab setelahnya yakni tanggung jawab yang besar untuk menjaga sesatu yang paling sempurna di seluruh jagad yang diciptakan Allah yakni manusia.
Saya pun membayangkan mengenai kesanggupan untuk bermimpi besar yang akan berimbas pada tanggung jawab yang besar. Saya belum pernah membaca buku fiqih kotemporer mengenai hal ini. Saya sering mengobrak-abrik buku-buku biografi bagaimana wanita-wanita hebat zaman sekarang mendidik anak-anak mereka dan merawat keluarga mereka. I never found it . “It” yang ingin saya maksudkan adalah masalah dan kegundahan mereka. Sejauh yang ada hanyalah cerita-cerita tentang kesuksesan wanita karir dalam menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan. Namun, saya ingin tahu tentang cerita dibaliknya tentang harga mahal yang harus dibayar mereka.
Saya adalah seorang ‘Secret admirer’ dari wanita-wanita mengagumkan sepanjang masa. Kalau di Indonesia sendiri saya mengagumi mantan Menteri Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani juga mantan Menteri Kesehatan Indonesia yakni dr. Endang Rahayu dan juga Menteri Kesehatan sekarang dr.Nafsiah Mboi. Wanita lain yang menyita perhatian saya adalah seorang dokter yang mendapatkan penghargaan Bakrie 2012 untuk bidang penelitian kesehatan. Dokter ini bernama Sultana MH Faradz. Beliau sungguh memukau dengan masa panjang penelitiannya di bidang biologimolekuler untuk penyakit kerancuan kelamin. Peneliti wanita muda lainnya yang saya sukai adalah DR. Sidrotun Naim. Beliau adalah doktor udang pertama di Indonesia yang meraih finalis penghargaan Internasional Unesco for Woman in Science 2012 dan sejajar dengan peneliti-peneliti wanita dunia lainnya. Satu kesamaan yang sukai dari mereka adalah kecerdasan,prestasi akademik, pendidikan dan dedikasi mereka untuk bangsa Indonesia.
Tapi bukan hanya mereka yang saya kagumi. Saya pun terharu saat membaca kisah hidup Ustazah Yoyoh Yusro yang wafat pertengahan tahun 2011. Beliau adalah harta yang tidak ternilai harganya, seorang aktivis dakwah yang dapat menyeimbangkan antara pengabdian pada bangsa dan juga dengan keluarganya. Beliau merupakan anggota DPR RI yang sungguh super sibuk namun juga punya 13 anak-anak yang berprestasi dan dalam beberapa literatur menyebutkan beliau selalu tilawah minimal 1 juz Alquran perhari dan tidak pernah ketinggalan sholat malam. Satu kata yang pasti kalian setuju untuk beliau.Subhanallah dan Amazing
Surah Maryam termasuk surah favorit saya dimana Allah SWT berfirman tentang salah satu hambanya yang shaleh yakni Maryam. Ibunda dari nabi Isa AS, wanita suci yang tidak pernah disentuh laki-laki. Mungkin iri kepada mereka tidaklah disebut pantas karena iri harus adalah semangat untuk menyamainya namun apakah diri ini sanggup untuk menyamai wanita luar biasa ini. Senada dengan Maryam yakni Asiyah yang bersuamikan Firaun yang Allah abadikan doa yang dipanjatkannya di dalam Alquran dan juga wanita-wanita di sekeliling Rasullullah SAW yakni Siti Khadijah ra, Aisyah ra dan Fatimah ra. Apakah diri ini punya kekuatan dan kepantasan untuk dapat bertemu dengan mereka? Apakah bisa? Apakah pantas?
Mereka semua adalah ekstraordinary woman yang sangat menginsipirasi. Di saat hati ini diselimuti ketakutan untuk bermimpi namun jika berkaca kepada mereka, apa yang tidak mungkin. Setiap orang khusus dan unik. Dan saya pun dilahirkan dan diciptakan di muka bumi ini dengan tujuan yang khusus dan cara untuk melayani sesama dengan cara yang khusus pula nantinya. Saya ingin memulai mimpi saya dari sekarang dan tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Mimpi ini bukanlah sesutau yang bisa dicapai sebentar tapi bertahun tahun. Mimpi yang tidak bisa aku deskripsikan dalam sebuah kata, kalimat atau paragraf. Namun ia adalah imajinasi yang perasaannya sudah kurasakan dan gambarannya sudah kulihat. Mimpi adalah sebuah rangkaian besar dari banyak mimpi-mimpi bahkan mimpi orang lain
Akan ada masa panjang pengorbanan dan pertentangan batin namun bila dengan tujuan dan niat yang benar insya Allah ada jalan. Yang pertama adalah sebesar besarnya untuk keluarga. Tapi jika mempunyai bakat untuk membantu khalayak lebih besar, mencipta lebih besar kenapa tidak digunakan. Mungkin ini juga satu bentuk dari tujuan penciptaan dan wasilah untuk mendekat kepada Nya.
We will see in the future and the this day when i write this note