Rabu, 29 Juni 2011

Tak Ada Kata


Aku hanyalah seorang musafir di padang pasir
Berkelana dan kutemukan perkampungan
Ada banyak pintu-pintu yang ku tak yakin ada penghuninya atau tidak
AKu berhenti pada satu pintu, yang tidak asing
Terbuka, pintunya terbuka
Kau, kau keluar
Menyungging senyum
Tak ada kata
***
Aku hanyalah seorang pemimpi
Yang merindukan kedamaian
Menyukai padang-padang bunga dan rerumputan
Dari tebing ini dapat kulihat kota seluruhnya
Tempat yang kurindu sedari kecil
Ada pepohonan hijau dan bangku kecil beserta lampu
Bangku itu sudah lama kosong, tak berpenghuni
Namun sekarang
Kau, kau duduk
Kau tersenyum
Aku tercekat
Kau tak melambaikan tangan
Kau tak meminta ku untuk duduk di sampingku
Kau menoleh ke arah ku
Inikah yang kau sebut sapa, tanpa alasan
Ini yang kau sebut, hanya sekedar ingin hadir sebentar
Rasanya bambu bamboo pertahanan yang selama ini kususun tercabut satu persatu
Aku tahu, kau ingin memanggil namaku
Aku tahu bahwa kau ingin aku menoleh padamu lebih lama
Tapi kau hanya diam
Aku menarik nafas dan berlalu darimu
Aku hanya berharap kau berubah fikiran dan memangilku
Tapi sampai ujung jalan, tak terjadi apa-apa, aku meninggalkanmu
Tidak, aku hanya bersembunyi di balik pohon besar, melihatmu
Dan menantimu pergi
Matahari mulai terbenam, langit jingga
Kau belum beranjak
Aku cemas, rasanya ingin berhamburan ke arahmu, berteriak, memanggil
Ini pada batas sabarku
Kuperhatikan dirimu
Tak ada raut wajah yang berubah
Hanya saja tanganmu mengepal keras.
Sejak kapan kau bertahan seperti ini
Bukankah aku yang selalu bertahan
Kau berangkat dan beranjak pergi
Kulihat pnunggumu menjauh
Dan aku menarik nafas panjang
Aku lega walau sakit
***
Hujan rintik-rintik di luar
Kau tak memintaku masuk ke rumahmu
Dan aku pun tidak pernah berharap
Kau tersenyum
Aku tahu bahwa sebenarya kau ingin keluar dan menawarkan payung untukku
Menawarkan aku berteduh
Aku tahu, bahwa kau ingin membuatku tertawa
Aku tahu, bahwa ini tidak akan terjadi lagi dan kau pun tahu
Tapi kau tak menyebutkan namaku
Aku berpaling dan berjalan lurus ke depan
Aku hanya berharap bahwa kau berlarian keluar dan memintaku mampir sebentar
Tapi, sampai banyak langkah
Aku mendengar derak pintu
Kau menutupnya
Aku lega, walau perih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar