Rabu, 29 Juni 2011

Find a real Task

Sebenarnya aku tertekan,, okeh orang-orang pasti melihat dari tampangku yang serius (hoho). Tapi ini bukan tentang apapun yang ada di FK tapi tentang sesuatu yang penilaiannya panjang sekali. Ada amanah di pundakku yang belum aku tuaikan sampai sekarang. Aku malu, aku kesal, aku kecewa pada diriku sendiri. Ini bukan Rika, ini bukan Rika yang dulu.

Ini adalah amanah rakyat, amanah rakyat yang besar. Aku di sini, sampai di sini dengan uang rakyat dan nantinya harus kembali kepada rakyat tapi telah 2 tahun di sini kalau dari nilai 1 sampai 10 maka sungguh akan kunilai diriku dengan nilai 1,5 dan aku terlalu PD untuk memberikan nilai seperti itu. Nilai 1,5 itu hanya sebagai hiburan untuk waktu 2 tahun yang sudah dihabiskan. Hahaha
Berapa jam sehari yang kuhabiskan untuk buku-buku yang bertumpuk yang tak kubaca. Berapa jam sehari fikiranku untuk ilmu yang nyata harus kupelajari. Aku tidak menyalahkan siapapun, mungkin hanya keadaan yang harus dilawan. Kecendrungan hati yang harus diperkuat

Nilai yang terpampang itu hanyalah sebuah olok-olokan besar. 3,7;3,6;3,4 tidak sebanding dengan yang belum aku capai sama sekali. Tidak pantas untuk mendapat nilai seperti itu, hanya sebuah kebetulan belaka. Aku bahkan tidak dapat menjelaskan anatomi dan fisiologi sekali lagi pada saat sekarang untuk pelajaran yang telah lalu. Aku belum mampu mendiagnostic penyakit dengan benar jika ada sebuah kasus datang padaku. Aku juga tidak akan mampu sekarang, menjelaskan manifesatasi klinik untuk pelajaran yang lalu. Sungguh malu dinilai pintar, hebat tapi sesungguhnya aku tidak seperti itu.

Aku ingin berfikir egois dan itu sudah lama ada di fikiranku. Aku malu, aku merasa bersalah tidak amanah. Tidak perduli hasil yang akan terjadi di depan, tentang skill atau apapun tapi aku butuh proses untuk menunjukkan kesungguhan dalam belajar, paling tidak untuk menyingkirkan rasa bersalah. Entahlah, katanya harus menjalaninya dengan seimbang semua amanah, tapi sepertinya aku menomor sekiankan buku-bukuku.

Aku harus mengepalkan tangan lebih keras lagi,, aku harus membuat diriku lelah dan hingga jenuh dalam belajar,, aku harus menutup telingaku, menahan keinginan keinginanku, aku harus bertahan,, bertahan dan bertahan,,
Karena setiap orang pada kondisi yang tidak sama, dan dinilai pada amanah yang berbeda
Tapi yang jelas ini amanah terbesar rasanya, yang ada di depan mata dan telah jauh juah hari membuat kontrak.

Membingunkan di tengah keadaaan yang menekan, keinginan untuk serupa dan keinginan tulus di dalam hati tapi Hidup adalah pilihan dan temukan jawabannya Rika,, Who are U

Tidak ada komentar:

Posting Komentar