Kamis, 14 April 2011

LEGAL UNTUK DIDENGAR


Apa pentingnya sih didengar, apa pentingnya sih terkenal. Untuk orang-orang plegmatis, “It is not Important”. Tapi, ini sangat penting.

Saya ingin bercerita tentang Nabi Muhammad yang saya tahu.

Nabi Muhammad SAW jangan kira adalah orang yang biasa dari segi status social. Beliau adalah bangsawan berdarah biru, dari suku Quraisy, suku yang paling terhormat di Arab. Beliau adalah keturunan Abdul Muthalib, penjaga kunci Ka’Bah yang diwariskan turun temurun. Dan pekerjaan ini merupakan pekerjaan terhormat karena setiap tahunnya banyak sekali yang datang ke Ka’bah. Beliau adalah cucu kesayangan kakeknya. Nasab beliau sampai ke atas sampai Nabi adam As, tidak pernah yang lahir dari perzinahan, semuanya suci. Nasab ibu dan bapaknya bertemu di Qusay yang merupakan keturunan dari Nabi Ismail.
Jangan kira, Nabi Muhammad SAW adalah orang yang biasa saja. Wajah beliau sangatlah  tampan dan saya takut menceritakannya, karena tidak punya referensi sama sekali sekarang.
Kemungkinan Nabi Muhammad adalah orator yang sangat ulung, dan sekarang saya tidak punya referensi untuk menceritakan, takutnya salah.
Dan jangan kira nabi muhamma SAW adalah orang yang bodoh, karena ia tidak bisa membaca. Beliau dapat berbicara dengan bahasa yang berbeda beda untuk setiap suku, beliau sangat adil, sangat itsar, sangat peduli dan sangat rendah hati  yang terbukti dari sirah nabawiyah yang sering kita baca
Okeh, sampai detik ini apa hubungannya dengan judul saya.
Apa –apa yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW adalah sebuah bentuk kesempurnaan. Secara fisik beliau sempurna. Wajahnya tampan dan tubuhnya indah. Akhlaknya sempurna tanpa cacat. Gaya bicaranya bagus dan mampu mempengaruhi secara alamiah. Secara garis keturunan, beliau adalah orang yang sangat terhormat karena beliau adalah bangsawan suku Arab yang paling terkemuka. Dan pernah saya baca, orang-orang seperti ini jarang terlahir ke dunia. Dan jikapun ada, orang orang yang sempurna secara fisik, akhlak, keturunan dan kecerdasan adalah orang-orang yang memang dianugerahkan dari langit dan apa gitu sambungannya. (maaf tidak pakai referensi)

Bentuk kesempurnaan saya manifestasikan dalam sebuah kata yakni Pen-legalan (bener nggak ya, maksud saya à sebuah kelegalan). Arti legal kurang lebih sah secara hukum, mungkin.
Lalu apa kegunaan LEGAL ini. Ini dapat menjadikan dirimu DIDENGAR. Anda sempurna, anda baik, maka anda punya hak untuk didengar atau orang-orang punya kewajiban untuk mendengarkan anda.
Dan yang paling membuat legal untuk Nabi Muhammad SAW adalah Allah SWT yang menfirmankan bahwa beliau adalah Rasulluah. Seseorang yang menyampaikan yang harus ditaati dan dipatuhi dan satu kata lagi à yakni yang harus didengar.

Lalu bagaimana bentuk penlegalan untuk kita. Apakah kita sudah legal? Ketika memegang amanah tertentu, ketika sudah dapat memiliki prestasi tertentu, ketika sudah mampu membuat orang lain melirik maka hal itu sudah merupakan bentuk penlegalan menurut saya.
Jadi seorang public figure (kayak artis) adalah suatu penlegalan juga. Maksudnya? Yah itu membuatmu akan dilirik, dilihat, dicari tau (sok terkenal). Dan gunanya : bukan berbuat keburukan seperti artis yang seantaro negeri bisa mencontoh tapi adalah kebalikannya, berbuat kebaikan sehingga seantaro negeri bisa mencontoh.
Jadi, ketika sudah mampu menyedot banyak perhatian semisal memegang amanah tertentu atau memiliki prestasi tertentu maka itu bukanlah tempat untuk eksis semata, petantang-petenteng, atau untuk terkenal, tapi itu merupakan suatu bentuk penlegalan untuk didengar.
Didengar tentang apa? Tentang kebaikan, tentang yang seharusnya dilakukan, tentang Islam, tentang akhlak, dll banyak sekali. Hal yang tidak mampu dilakukan orang yang belum legal.

Muslim, memang diwajibakan untuk syahadat, sholat, puasa, zakat tapi jika kita sudah mampu lebih dari itu mari kita muslim si segala lini bidang. Muslim ketika belajar, muslim ketika berjualan, muslim ketika bertetangga, muslim ketika berpakaian, muslim ketika berkeluarga, muslim dalam hubngan pertemanan lawan jenis, muslim dalam membelanjakan harta, muslim ketika memanfaatkan waktu, muslim ketika berjalan.
Ini saatnya, inilah cita-cita kita yang kita impikan sedari awal.

We are the Muslim. Muslim secara kaffah. Suarakanlah kebenaran, suarakanlah prinsip, lewat fisik, lewat jiwa, lewat dengung suara, lewat susunan kata-kata.
Ketika legal, kita dapat berpengaruh dan mempengaruhi  lalu keluarkanlah, segala keyakinan kita selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar