“Sudah lupa bagaimana rasa malu. Langsung saja gemetaran, karena aku sudah lupa. Kenapa saya yang bertahun-tahun dulu lebih baik dari sekarang, fuhh,”
Berikut adalah beberapa bab dari bab “Akhlak ketiga : malu” dari buku Manajemen Diri Muslimah karya Dr. Akram Ridha”
Menahan Pandangan adalah Manifestasi Malu
Kita tentu bisa memahami mengapa Allah SWT, memerintahkan kaum lelaki agar menahan pandangan dalam firman-Nya, “katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat, “ (Q.S. An-Nur, 24:30). Setiap orang pasti tahu apa yang bergejolak di dalam diri laki-laki ketika memandang perempuan.
Akan tetapi, apa makna menahan pandangan bagi perempuan? Apa sebenarnya hakikat perintah Allah kepada perempuan mukminat, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka?”
Sama sebagaimana halnya perintah menahan pandangan bagi laki-laki, perintah menahan pandangan bagi perempuan berarti tidak berlama-lama memandang laki-laki dan mengalihkan pandangannya dari mereka. Namun, khusus bagi kaum perempuan, menahan padangan juga berarti tidak memeloroti aurat perempuan lain, juga tidak menjelalatkan mata ke sana kemari dengan pandangan menggoda dan penuh sensual yang bisa membangkitkan gairah seksual di dalam dada laki-laki.
Puncak rasa malu justru terletak pada mata-mata yang tertahan, yang begitu melihat lawan bicara, mata itu kembali menahan pandangan penuh khusyuk dan malu,
Bahasa Mata
Mata memiliki bahasa fasih yang bisa dijadikan media bicara dan bisa dipahami oleh semua manusia. Mata adalah bahasa yang dipahami laki-laki, tetapi sering kali disalahartikan karena kata-kata itu keluar dari mata dengan bahasa isyarat yang bisa berdampak kuat pada hati yang sakit.
Setiap pertemuan terhormat tentu tidak akan membiarkan matanya menjelajah ke mana-mana, menjebak jiwa-jiwa yang lemah, juga tidak akan membiarkan bahasa matanya disalahartikan sebagaimana yang dipahami seorang penyair ketika ia mengatakan:
Kedipan mata adalah isyarat ketakutan pemiliknya
Isyarat menyedihkan yang tanpa bicara
Namun saya yakin,
Kerlingan mata itu mengucapkan : Selamat datang dan sejahtera, wahai kekasih terpikat
Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan dengan lugas dan eksplisit, “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka.”
Tulisan ini hanya beberapa bab dari buku tersebut, ada banyak pelajaran lainnya yang harus kita lakukan sebagai seorang muslimah yang sebenarnya. Akan tetapi semakin ke depan semakin sulit saja. Ada banyak pandangan dan pemikiran. Dan dalam pemikiran itu akan bercabang lagi menjadi pemikiran lainnya.
Banyak yang mengatakan hal seperti itu tidak apa-apa dan tidak terlalu berbahaya, tapi kadang-kadang kita terlalu bermain di dalamnya dan nanti ditakutkan akan terjebak
Wallahualm bissawab, tulisan ini adalah untuk menasehati diri saya sendiri. Yang harus dilakukan adalah memperbanyak pengetahuan di bidang agama, mengimplementasikannya dan menyampaikannya.
Allahuakbar.. untuk seluruh akhwat di dunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar