Sayang..
Di mana kau sekarang?
Lagi-lagi kurindukan Engkau
Kepada Bunda kukatakan bahwa aku ingin segera dipinang
Namun, gelak tawa darinya yang keluar
“dengan siapa anakku, dengan pohon ya atau dengan batu?”
Aku hanya terdiam..
Karena memang, tak dapat kugambarkan wajahmu
Kuceritakan dimana rumahmu
Bahkan matahari pun enggan bayangmu kulihat
Tapi, aku kan berjanji setia
Kuharap kau pun begitu
Setia menantimu sebelum bersama
Setia ketika nanti kau berada di sampingku
Setia jika kau kembali dan tiada
Satia hingga datang hari yang Yang Abadi itu tiba
Kita berkumpul bersama anak cucu kita
Ku kan sabar sekarang, Sayang
Tak berani kuimpikan wajahmu
Apalagi menerka nerka siapa dirimu
Ku kan setia, sendiri sekarang
Karena semoga Aku Jodohmu
Engkau takdirku
Karena Allah
Palembang, 8 November 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar