Rabu, 28 Juli 2010

Tiadalah Bersamaku

17 Februari 2010 jam 7:22

Waktu matahari kemerahan di ufuk barat sana
Kulihat banyak muda-mudi mesra bercengkrama
Tidaklah jauh

Aku menghela panjang
Karena kulirik k samping
Tiadalah bersamaku
Hnya brung greja
Yang mencicit
Mungkin mengejek

Aku tetap manis duduk, baca koran
Karena pagi tadi tidaklah sempat

Sepintas lewat lagi perempuan-laki
Muda pasti
Bergelayut mesra, tertwa-tawa, bahagia sekali rasanya

Aku menunduk
Tidaklah ku tau, setan apa yang membisik-bisikku
Namun, hati ini serasa ditusuk-tusuk sembilu
Tiadalah brsamaku

Dalam hening sesaat
Tiba-tiba burung gereja itu berbicara

Mengapa tak kau ambil saja beberapa di dekatmu
Katanya
Senyum simpul saja
Kedipkan mata dan Umbar kata

Kuelus kepala brung itu
Mendekatkan matanya dengan ku

Dan ku berkata lembut
Jangan
nanti Tuhan kta mrah
Biarlah
Ktunggu bribu thun
Asal
Rayunya boleh kudengar
Kulitnya sah menyentuh
Pujanya memang benar adanya

Dan bukanlah sekarang
Karena matanya saja tidak halal kupandang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar