Rabu, 28 Juli 2010

APC, MHC, Antigen, Reseptor,,, ???

12 Juni 2010 jam 19:53

Kuliah yang melelahkan, disaat seharusnya libur malahan kuliah ampe sore, ckckck. Tapi, ad yang berkesan juga hari ini. Kuliahnya dr.Zen Hafi , lupa judulnya apa. Saat itu, kosentrasi yang ada sudah mulai menipis plus ruangan agak panas dan gerah, namun untungnya masih dapat menangkap apa yang disampaikan.
Ternyata yang namanya virus, mikroba, bakteri atau nama lainnya itu masuk ke tubuh manusia disebut ANTIGEN. Dan singkatnya antigen ini berbahaya apabila masuk ke dalam sel tubuh manusia karena ia dapat menginfeksi sel tersebut dan dapat menyebabkan kematian. Tapi lucunya, dari penjelasan tersebut entah mengapa antigen itu punya semacam sinyal yang salah satu namanya GLICAN yang cocok dengan reseptor di sel tubuh kita. Misal, Glican antigen itu cocok dengan LEPTIN yang merupakan reseptor di sel tubuh. Dan masuklah antigen yang berbahaya itu ke dalam “Sel tubuh” kita lewat reseptor tersebut. Nah, pasangan Glican antigen dan reseptor di tubuh itu hanya salah satu contoh dari banyak contoh “Pasangan antigen-reseptor” lain. Dan anehnya, tidak sembarang yang bisa nempel, mereka harus benar benar klop, ibarat pintu dan kuncinya. Kalau kunci lain tentu tidak bisa masuk dan membuka. Itulah mengapa virus tertentu hanya menyerang sistem pernafasan, kalau virus yang ini hanya menyerang sel usus. Intinya mereka harus klop, antara antigen dan reseptornya, harus berpasangan lah istilahnya. Jadi saya berfikir, Kenapa di dalam sel tubuh kita harus ada reseptor yang seperti itu yang memungkinkan antigen masuk, coba kalau tidak ada reseptor, nggk bisa masuk kan? Wallahualam, itulah ciptaan Allah
Selain itu ada pula yang namanya Sel DENDRITIK. Sek ini bertugas memperkenalkan antigen berbahaya itu ke pada sel pembunuh yakni Sel LIMFOSIT. Jadi Sel Dendritik ini memakan si antigen (tapi nggk bisa ia bunuhnya) diprosesnya terus dikeluarkannya lagi tapi masih dipegang si Antigen itu dengan yang namanya “MHC”. Jadi, singkatnya si sel dendritik ini membawa si antigen kemana mana dan MHC itu ibarat tangan dari Sel Dendritik ini. Dan anehnya lagi, MHC itu mesti sesuai dengan si Sel Pembunuh (Limfosit) yang nanti mau diperkenalkan. Misal, MHC2 itu untuk T helper (sell pembunuh/sell limfosit) atau MHC1 itu untuk sell CD8 (sell pembunuh juga). Mesti sesuai, bayangkan, manja ya si sel limfosit itu. Mesti diperkenalkan segala. Dan ternyata juga sel limfosit itu, harus ada reseptornya untuk berpasangan dengan antigen yang diperkenalkan oleh sel dendritik, namanya TCR. Jadi kalau mereka klop, berpasanganlah mereka dan terjadilah proses pembunuhan atau proses fisiologis lainnya. Saya gambarkan pasangan mereka itu seperti seorang laki2 dan perempuan, si laki laki ini beri kado ke perempuan. Nah, ibaratnya si laki laki itu sel dendritik, tangannya itu MHC, kadonya itu antigen lalu diperkenalkan kadonya ke perempuan, nah perempuan ini ibarat sel limfosit dan tangan si perempuan itu TCR. Jadi, yah begitulah bisa dibayangkan mereka lagi tukeran kado gimana
Dan, ingat MHC nya harus sesuai dan Sell limfositnya harus sesuai. Okeh, sepanjang ini apa yang menarik? Hmm, ingatkan suatu ayat dalam Al quran
Dan segala sesuatu yang Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah (Az Zariyat ayat 49)
Mahasuci Allah yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang mereka tidak ketahui (Yasin ayat 36)
Subhanallah, Maha Benar Allah dengan segala firmannya. Saya juga tidak punya kapasitas untuk menafsirkan ayat tersebut. Karena qt mungkin membayangkan kata berpasangan di ayat tersebut hanya laki-laki dan perempuan. But, coba qt renungkan, antigen itu dari luar, kok di dalam tubuh kita, ada aja reseptor yang sesuai, untuk antigen tersebut dan mesti pas, antigen ini just for reseptor itu, atau contoh yang lain, antibodi ini hanya cocok untuk antigen itu, tidak bisa yang lain. Andai qt renungkan.
Wallahualam bissawab, Segala puji bagi Allah, Maha Pemilik Ilmu dan Maha pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar