Setelah 3 bulan, akhirnya aku duduk lagi di lingkaran ini. Astagfirullah, apa yang aku lakukan selama ini. Rindu yang sedemikan membuncah, akhirnya aku dapat penuhi. Aku menangis karena aku sedemikian sudah jauh. Aku masih tetap sama, masih tetap melakukan kewajiban, bukankah sholat, puasa, mengaji itu kewajiban. Kewajiban yang kita butuhkan.
Berbulan ini aku banyak menanyakan tentang awal dan niat yang mungkin pada awal benar namun di pertengahan berbelok. Saat sadar pada mulanya mengapa begitu mudah bagiku untuk memilih sedang pada akhirnya semua terasa begitu berat. Berat bukan berarti tidak mampu dilaksanakan, namun berat berarti ada di hati.
Awal mula adalah hati, hati yang bersih. Jika pada mulanya tidak ada hal tersebut maka semuanya bagai kering dan gersang.
Sedemikian kuat aku bertahan. Bertahan di jalan ini padahal beberapa bulan belakangan, aku ragu, ragu sejadi jadinya, mempertanyakan banyak pertanyaan, menahan, menahan dan menahan, bahkan tidak bertanya,tidak berdiskusi dengan siapapun, mehanannya di dalam hati.Karena jika aku tanyakan, jika aku keluarkan hasilnya pasti akan membuat banyak orang tidak nyaman, banyak orang yang akan tersakiti lagi. Biarlah ini tetap di dalam hatiku tapi aku tetap memohon, semoga diluaskan kebijaksanaanku, dilapangkan dadaku untuk memahami dan menerima atau bila boleh untuk memilih sekali lagi.
Kebaikan adalah tentang contoh, Kebaikan adalah tentang getar di hati, Kebaikan adalah tentang kesabaran,
Bila waktu akan berakhir entah sekarang atau esok nanti
Ada banyak amanah yang belum aku tunaikan, ada banyak hati yang tersakiti yang belum aku datangi, ada banyak tali yang terputus, ada banyak yang aku tahu yang tidak aku kerjakan,
Dan aku masih belum memenuhi janjiku pada-Mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar