Jumat, 08 Juli 2011

Pertanyaan Kehidupan


Ketika SMA, banyak sekali pertanyaan kehidupan yang mampir di benak saya. Dan saya berusaha untuk menjawabnya bagaimanapun caranya. Saya orang yang tertutup jadi saya ingin menemukan sendiri jawabannya tanpa bertanya kepada orang lain. Caranya adalah membaca buku-buku. Pertanyaan kehidupan itu bahkan ternyata soal fisika lebih mudah untuk dijawab daripada pertanyaan kehidupan. Lalu, bertanya pada diri sendiri “Apa pentingnya menjawab itu semua”. Karena saya hidup, pada yang seharusnya benar dilakukan, pada yang benar di antara yang benar”

Jawabannya, tidak sesimpel mengalikan 6 dengan 7 yang hasilnya insya Allah 42. Juga  tidak sesimpel mengatakan itu hitam dan itu putih karena jawabannya ada di antara hitam dan putih. Saat dulu, ketika SMA, saya insya Allah bisa menjawab pertanyaan kehidupan dari teori di buku-buku dan pengalaman sedikit yang saya terima. Misalnya : kalau ingin sukses dan pintar harus berusaha dan bekerja keras. Itu teori dan saya mengerjakannya untuk membuktikannya. Jika keinginan tidak tercapai itu berarti adalah yang terbaik untuk kita dan Allah ingin melihat sejauh mana kesabaran dan kegigihan kita, itu teori dan saya membuktikannya dalam pengalaman

Dan sekarang di usia saya yang hampir 20 tahun, masalah dan pertanyaan kehidupan makin komplek sekali. Bahkan gradiasi warna abu –abu pun terbagi lagi dari abu-abu gelap ke terang, tidak ada jawaban yang pasti. Saya mencoba mencari di buku-buku motivasi dll, tidak ada jawabannya, semua hanya teori dan saya jengah. Saya ingin berusaha keluar, memperbaiki, memulai dari awal, menganggap santai dan bermain-main, tapi roda itu sudah semakin cepat berputar. Pernah berusaha untuk keluar tapi akan tergilas dan sakit (bahkan aku sendiri tidak mengerti maknanya). Kata ayahku, solusi dari masalah yang tidak bisa diselesaikan adalah waktu. Waktu akan mengobati semuanya. Salah seorang guru mengatakan, setiap orang punya masalah, dan kadang-kadang berusahalah untuk menertawakan masalah, kita hanya terlalu membesar besarkannya. Iyah benar juga

Saya punya banyak pertanyaan, apakah ini benar dan salah. Apakah seharusnya melakukan ini atau tidak. Benarkah ini baik atau tidak sebelum memulai melakukan sesuatu hingga akhirnya saya juga jengah. Saya akan membiarkannya mengalir, hingga waktu yang menghapus riaknya, hingga waktu yang menjawabnya tepat sempurna jawabannya.

Banyak sekali pertanyaan yang belum bisa kujawab sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar